Innobiz Korea Dampingi 12 Perusahaan Indonesia Terapkan Smart Factory
Asosiasi Innobiz Korea terus memperkuat upaya transformasi digital sektor manufaktur di Indonesia melalui program peningkatan proses produksi berbasis smart factory. Pada 2026, organisasi tersebut menjalankan program pendampingan bagi 12 perusahaan manufaktur Indonesia sekaligus memperluas kerja sama pengembangan sumber daya manusia dan transfer teknologi antara Indonesia dan Korea Selatan.
Program tersebut merupakan bagian dari proyek Official Development Assistance (ODA) bertajuk Penerapan Smart Factory dan Pengembangan Tenaga Ahli untuk Transformasi Industri Indonesia yang sejak 2023 dijalankan bersama mitra pemerintah Indonesia dan Korea Selatan.
Sebagai bagian dari program tersebut, Innobiz menggelar Seminar Kerja Sama Perusahaan Smart Factory Korea-Indonesia ke-1 Tahun 2026 di Kampus Binus Alam Sutera. Seminar ini menjadi ajang berbagi pengalaman dan hasil implementasi smart factory yang telah diterapkan di sejumlah perusahaan Indonesia.
Staf Khusus Menteri Bidang Ekonomi Hijau, Kerja Sama dan Pembiayaan Luar Negeri, Triana Krisandini Tanjung, mengatakan transformasi digital perlu menjadi strategi utama bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan daya saing usaha.
"Transformasi digital harus dipahami sebagai strategi menyeluruh untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan bisnis UMKM Indonesia," ujarnya dalam keterangan resmi.
Dalam seminar tersebut, peserta mendapatkan pemaparan mengenai strategi pembangunan smart factory melalui pengelolaan data, integrasi lean management dengan smart factory, serta berbagai studi kasus implementasi di sektor manufaktur.
Sejumlah perusahaan penerima manfaat program, seperti PT Ganesha Abaditama, KBPS Susu Pengalengan, dan PT Adyawinsa Electrical and Power, turut membagikan pengalaman penerapan smart factory beserta dampaknya terhadap peningkatan efisiensi dan produktivitas operasional.
Digital Transformation Headquarter Innobiz, Kang Jang Hyung, mengatakan proyek yang telah berjalan selama empat tahun terakhir menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam mempercepat digitalisasi industri.
"Seminar ini merupakan kesempatan yang bermakna untuk berbagi capaian dan pengalaman dari proyek ODA Smart Factory yang telah dijalankan selama empat tahun terakhir. Ke depannya, kami akan terus memperluas pertukaran teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan kerja sama antar pelaku usaha antara Korea dan Indonesia dengan berpusat pada Smart Factory Training Center," katanya.
Dalam program tersebut, Innobiz bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dan Universitas Binus dalam pengoperasian Smart Factory Training Center yang berfokus pada pengembangan tenaga ahli serta peningkatan kapabilitas manufaktur nasional.
Selain pendampingan kepada perusahaan, program ini juga diarahkan untuk memperluas adopsi teknologi smart factory guna meningkatkan efisiensi, kualitas produksi, dan daya saing industri Indonesia. Pada paruh kedua 2026, Innobiz berencana menggelar seminar lanjutan dan kegiatan pelaporan hasil program sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama teknologi antara Indonesia dan Korea Selatan. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.