Blue Bird (BIRD) Tebar Dividen Rp166 per Saham, Yield Berpotensi Tembus 9,85%

Blue Bird (BIRD) Tebar Dividen Rp166 per Saham, Yield Berpotensi Tembus 9,85%
Taksi Blue Bird di kawasan Jalan Gatot Subroto, Jakarta. (Foto : Vicky Rachman/SWA).

PT Blue Bird Tbk (BIRD) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp166 per saham untuk tahun buku 2025. Berdasarkan harga saham BIRD pada penutupan perdagangan Senin (22/6/2026) di level Rp1.685 per saham, dividend yield perseroan terindikasi mencapai sekitar 9,85%.

Tingkat imbal hasil tersebut berpotensi lebih tinggi dibandingkan dividend yield tahun sebelumnya yang sebesar 6,56%. Pada 2025, Blue Bird membagikan dividen Rp120 per saham yang dibayarkan kepada pemegang saham pada 11 Juli 2025. Saat itu, harga saham BIRD berada di level Rp1.830 per saham.

Perseroan mengalokasikan 65,3% laba bersih 2025 untuk pembayaran dividen. Adapun sisa laba bersih dibukukan sebagai laba ditahan guna mendukung kebutuhan modal kerja dan pengembangan usaha.

Dividen tersebut akan dibagikan kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 30 Juni 2026. Pembayaran dividen dijadwalkan pada 10 Juli 2026.

Manajemen menyatakan kebijakan dividen tersebut mencerminkan komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham, sekaligus menjaga ruang untuk investasi dan penguatan struktur permodalan guna mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Keputusan pembagian dividen itu ditopang oleh kinerja keuangan yang tumbuh sepanjang 2025. Blue Bird membukukan pendapatan bersih sebesar Rp5,7 triliun, meningkat 13% dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut menjadi pendapatan tertinggi perseroan sejak melantai di Bursa Efek Indonesia melalui penawaran umum perdana saham (IPO).

Direktur Utama Blue Bird, Adrianto Djokosoetono, mengatakan pencapaian tersebut menunjukkan konsistensi perseroan dalam memperkuat kualitas layanan dan mengembangkan solusi mobilitas yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

"Inovasi, pemanfaatan teknologi, dan ekspansi kapasitas operasional menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan bisnis perseroan sekaligus memperkuat fondasi usaha dalam jangka panjang," ujar Adrianto dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Senin (22/6/2026).

Sepanjang 2025, Blue Bird mengoperasikan lebih dari 26.000 armada yang didukung 58 pool dan lebih dari 1.300 outlet. Layanan perseroan juga telah hadir di 22 kota di Indonesia.

Ke depan, Blue Bird berencana memperkuat bisnis inti, mengembangkan segmen non-taksi, serta meningkatkan kontribusi kanal digital. Perseroan menargetkan pertumbuhan yang berkelanjutan dengan tetap menjaga keseimbangan antara ekspansi usaha, efisiensi operasional, dan kualitas layanan. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag