Menghadapi Liburan Sekolah dan Tahun Ajaran Baru, Begini Cara Mengatur Keuangan Keluarga

Ilustrasi uang. (Foto: Kemenkeu)

Pertengahan tahun menjadi periode yang cukup menantang bagi banyak keluarga di Indonesia. Musim liburan sekolah biasanya mendorong peningkatan pengeluaran untuk rekreasi, perjalanan, maupun aktivitas keluarga lainnya.

Di saat yang sama, orang tua juga harus bersiap menghadapi tahun ajaran baru yang identik dengan berbagai kebutuhan pendidikan, mulai dari uang pangkal, seragam, perlengkapan sekolah, hingga kebutuhan penunjang belajar. Kondisi ini terjadi ketika masyarakat masih cenderung berhati-hati dalam mengelola pengeluaran di tengah ketidakpastian ekonomi.

Dalam situasi tersebut, masyarakat perlu memahami berbagai opsi pembiayaan yang tersedia, termasuk memanfaatkan layanan keuangan digital secara bijak apabila diperlukan. Salah satu kekeliruan yang masih kerap terjadi adalah hanya memperhatikan besaran bunga pinjaman tanpa mencermati komponen biaya lainnya.

Meningkatnya literasi keuangan mendorong kebutuhan akan layanan pembiayaan yang lebih transparan. Pengguna tidak hanya menginginkan proses yang cepat, tetapi juga informasi yang jelas mengenai total biaya pinjaman yang harus dibayarkan sejak awal.

Direktur Utama PT Lentera Dana Nusantara, Jonathan Christianto, menilai transparansi menjadi salah satu faktor penting dalam membantu masyarakat mengambil keputusan finansial secara lebih matang.

“Kami memahami bahwa seiring meningkatnya inklusi dan literasi finansial di Indonesia, transparansi biaya menjadi salah satu pertimbangan penting bagi masyarakat dalam memilih layanan pinjaman daring. Pengguna perlu memahami komponen biaya, tenor, hingga rincian pembayaran agar dapat menyesuaikan keputusan finansial dengan kemampuan mereka,” ujarnya, Senin (22/6/2026).

Jonathan menjelaskan masyarakat perlu memahami seluruh komponen biaya sebelum memutuskan mengambil pinjaman daring. Kejelasan informasi mengenai bunga, tenor, dan kewajiban pembayaran dinilai dapat membantu pengguna menyesuaikan pinjaman dengan kemampuan finansial mereka.

Sebagai salah satu contoh layanan yang menonjolkan transparansi biaya, SPinjam melalui kampanye “Jelas tanpa jebakan” menampilkan informasi biaya pinjaman secara terbuka kepada pengguna. Untuk pinjaman pertama, layanan tersebut menawarkan bunga tetap mulai 1,8% per bulan atau setara 0,06% per hari tanpa biaya administrasi.

Dengan skema tersebut, pengguna dapat mengetahui estimasi cicilan sejak awal. Sebagai ilustrasi, pinjaman sebesar Rp1,5 juta dengan tenor tiga bulan memiliki cicilan sekitar Rp527 ribu per bulan. Sementara untuk tenor enam bulan, cicilan sekitar Rp277 ribu per bulan.

Akses terhadap layanan pembiayaan digital juga semakin mudah karena proses pengajuan dapat dilakukan melalui aplikasi. Pada layanan SPinjam, pengajuan dilakukan melalui aplikasi Shopee maupun ShopeePay dengan tahapan verifikasi identitas dan data pengguna.

Menurut informasi perusahaan, proses verifikasi rata-rata dapat diselesaikan dalam waktu sekitar lima menit, meski durasinya dapat berbeda tergantung profil kredit masing-masing pengguna. Apabila pengajuan disetujui, limit pinjaman akan tersedia dan dapat digunakan sesuai kebutuhan.

Meski proses pengajuan semakin cepat dan praktis, masyarakat tetap diimbau menggunakan fasilitas pinjaman secara bijak. Kemampuan membayar, kebutuhan yang mendesak, serta pemahaman terhadap seluruh biaya dan kewajiban pembayaran perlu menjadi pertimbangan utama sebelum melakukan pencairan dana.

Di tengah meningkatnya kebutuhan pengeluaran selama musim liburan dan menjelang tahun ajaran baru, pengelolaan keuangan yang disiplin tetap menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan finansial keluarga. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag