Pengelola Pizza Hut Indonesia Masuk Bisnis Frozen Yogurt, Siapkan Investasi hingga Rp10,4 Miliar

Pengelola Pizza Hut Indonesia Masuk Bisnis Frozen Yogurt, Siapkan Investasi hingga Rp10,4 Miliar

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) menyampaikan prospektus rencana penyetoran sebagian saham baru ke PT Halal Artisan Yummies (HAY). Nilai nominal setiap saham yang akan disetor sebesar Rp1 juta, dengan total investasi maksimal Rp10,4 miliar atau setara 52% dari seluruh saham HAY.

“Transaksi ini diharapkan dapat memperluas sumber pendapatan perusahaan di luar bisnis pizza, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap satu kategori produk utama,” jelas manajemen PT Sarimelati Kencana Tbk dalam prospektus yang dipublikasikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (25/6/2026).

Perseroan menyatakan transaksi tersebut berpotensi memberikan tambahan kontribusi terhadap pertumbuhan pendapatan pada masa mendatang. Investasi ini juga menjadi langkah diversifikasi usaha PZZA ke segmen frozen yogurt, sehingga memperluas portofolio bisnis perseroan di industri makanan dan minuman (F&B).

Prospektus juga mengungkap adanya hubungan afiliasi antara PZZA dan HAY melalui struktur kepengurusan. Direktur Utama PT Sarimelati Kencana Tbk Boy Ardhitya Lukito menjabat sebagai Komisaris Utama PT Halal Artisan Yummies. Selain itu, Sri Nurfiani dan Dwi Rendra Jaya masing-masing menjabat sebagai komisaris dan direktur di perusahaan tersebut.

“Dengan masuknya PZZA sebagai pemegang saham mayoritas, diharapkan transaksi ini dapat mendukung pertumbuhan jangka panjang melalui pengembangan usaha yang lebih terarah,” lanjut perseroan dalam prospektus.

PZZA akan memiliki 52% saham HAY setelah transaksi tersebut rampung. Namun, perseroan tidak merinci jumlah saham baru yang akan disetor dalam prospektus. Nilai transaksi itu setara dengan sekitar 1,01% dari ekuitas perseroan sebesar Rp1,03 triliun berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025.

Perseroan juga menyatakan transaksi tersebut tidak akan membebani kondisi keuangan. Setelah transaksi dilakukan, rasio keuangan PZZA diproyeksikan tetap berada dalam kondisi sehat dan tidak menimbulkan tekanan terhadap likuiditas, sehingga sejalan dengan tujuan perseroan mendukung pertumbuhan usaha tanpa menambah beban keuangan secara berlebihan.

Menjelang jeda sesi pertama perdagangan, saham PZZA berada di level Rp182 per saham pada pukul 11.18 WIB, berdasarkan data TradingView. Volume perdagangan mencapai 104.700 saham dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp562,03 miliar. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag