Indointernet (EDGE) Tawarkan Tender Sukarela Rp11.500 per Saham untuk Go Private dan Delisting

Indointernet (EDGE) Tawarkan Tender Sukarela Rp11.500 per Saham untuk Go Private dan Delisting
Ilustrasi Digital Edge Indonesia. (dok. Digital Edge Indonesia)

PT Indointernet Tbk (EDGE) menyampaikan rencana perubahan status dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup melalui aksi go private dan penghapusan pencatatan saham (delisting). Dalam aksi tersebut, EDGE menetapkan harga penawaran tender sukarela sebesar Rp11.500 per saham untuk sebanyak 159.598.500 saham.

“Penawaran Tender Sukarela ini memberikan kesempatan kepada Pemegang Saham Publik untuk mendapatkan pengembalian yang menarik atas investasi mereka pada Perusahaan Sasaran,” jelas manajemen PT Indointernet Tbk dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (25/6/2026).

Harga penawaran tender sukarela tersebut telah memenuhi ketentuan yang mensyaratkan harga paling sedikit sama dengan harga rata-rata dari harga tertinggi perdagangan harian saham di BEI selama 90 hari terakhir sebelum pengumuman Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) terkait rencana go private dan delisting pada 16 Maret 2026. Berdasarkan perhitungan tersebut, harga rata-rata dimaksud sebesar Rp4.768 per saham.

“Proses jual beli saham akan dilakukan melalui crossing di BEI dan penyelesaiannya dilakukan sesuai dengan peraturan KSEI,” lanjut manajemen perseroan dalam prospektus.

Dalam aksi korporasi ini, PT Indo Premier Sekuritas ditunjuk sebagai perusahaan efek pelaksana. Pembayaran kepada pemegang saham publik yang menerima penawaran tender sukarela dan telah menyerahkan seluruh dokumen sesuai ketentuan dijadwalkan pada 5 Agustus 2026.

EDGE menjelaskan, penawaran tender sukarela dilakukan agar perseroan dapat lebih fokus mengelola portofolio investasi dan aset tanpa tekanan volatilitas harga saham maupun tuntutan sebagai perusahaan publik. Selain itu, perseroan menilai status tertutup akan memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam menjalankan kegiatan usaha, termasuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, kinerja operasional, dan pengembangan bisnis.

Perseroan juga menilai saham EDGE memiliki frekuensi dan volume perdagangan yang terbatas dalam periode tertentu. Aktivitas transaksi yang minim membuat fungsi pasar modal sebagai sarana likuiditas bagi perseroan maupun pemegang saham publik menjadi kurang optimal.

Selain itu, EDGE kini menjadi bagian dari ekosistem grup Digital Edge (Hong Kong) Ltd yang tengah menjalankan perubahan strategi bisnis. Strategi tersebut meliputi penguatan integrasi operasional, pengembangan platform pusat data secara regional, optimalisasi struktur permodalan, serta peningkatan fleksibilitas dalam pengambilan keputusan strategis di tingkat grup.

"... sehingga kegiatan usaha Perusahaan Sasaran [EDGE] akan ditopang oleh grup perusahaan. Oleh karenanya, Perusahaan Sasaran tidak lagi memerlukan pendanaan (capital raising) dari pasar modal dan belum memiliki rencana untuk melakukan penggalangan dana tersebut di masa yang akan datang," jelas manajemen perseroan dalam prospektus.

Sebelumnya, EDGE juga menetapkan nilai nominal saham sebesar Rp10 per saham. Dengan harga penawaran tender sukarela Rp11.500 per saham, nilai agregat maksimum transaksi diperkirakan mencapai Rp1.835.382.750.000 atau sekitar Rp1,84 triliun.

Mengacu pada data TradingView, sebelum saham EDGE disuspensi oleh BEI pada 10 Februari 2026, harga penutupan terakhir berada di level Rp4.790 per saham dengan volume transaksi 111.100 saham. Pada saat itu, kapitalisasi pasar perseroan tercatat sekitar Rp9,68 triliun. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag