Show Luncurkan Show Token, Buka Akses Pendanaan Film Berbasis Blockchain

SHOW resmi meluncurkan SHOW Token, ajak investasi di film melalui teknologi blockchain. (Dok ist)
Show resmi meluncurkan Show Token, ajak investasi di film melalui teknologi blockchain. (Istimewa)

Industri hiburan di Asia Tenggara, khususnya Indonesia, mulai memanfaatkan teknologi blockchain dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk membuka alternatif pendanaan bagi para kreator. Salah satu inisiatif tersebut adalah peluncuran Show Token, yang diklaim sebagai ekosistem berbasis blockchain dan AI untuk mendukung pengembangan industri film dan hiburan.

Show merupakan ekosistem hiburan berbasis komunitas yang menghubungkan film, kreator, komunitas, dan pengalaman hiburan dalam satu platform. Melalui pemanfaatan teknologi blockchain dan AI, ekosistem ini ditujukan untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam industri perfilman.

Show menyasar kalangan muda yang aktif di platform digital. Show Token dirancang sebagai token utilitas yang mendukung berbagai aktivitas di dalam ekosistem, yang terdiri atas empat pilar, yakni Show Movie melalui konsep watch & earn, Show AI & Marketplace sebagai ruang eksplorasi produksi konten berbasis AI, Show Kids yang berfokus pada pengembangan intellectual property (IP) animasi berbudaya lokal, serta fungsi token sebagai penggerak transaksi dan interaksi di dalam ekosistem.

"Indonesia memiliki kekayaan narasi yang luar biasa, namun sering kali langkah kita terhenti di pasar domestik karena keterbatasan infrastruktur global. Kami tidak menunggu pintu global terbuka untuk kami; kami membangun ekosistem digital baru di mana karya anak bangsa dapat langsung diakses, dimiliki, dan diapresiasi oleh dunia tanpa perantara," tutur Akshay Melwani, CEO Show Token, dalam siaran pers yang diterima SWA.co.id, Sabtu (27/6/2026).

Sebagai implementasi awal, pada Juni 2026 Show Token memulai debutnya sebagai Executive Producer dengan berkolaborasi bersama MVP Pictures dalam produksi film horor Cerita Lila. Film tersebut tercatat meraih sekitar 500 ribu penonton pada pekan pertama penayangannya. Kolaborasi itu akan berlanjut melalui film Sihir Tanah Kubur yang dijadwalkan tayang pada Juli 2026.

Show Token menargetkan pendanaan lebih dari 30 film bergenre horor dan drama sepanjang tahun ini. Sejumlah judul yang disebut akan masuk dalam daftar pendanaan antara lain Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati, Taboo, Siti Vampire, dan Sebelum Tiga Puluh.

Melalui ekosistem tersebut, pemegang token disebut akan memperoleh sejumlah manfaat, antara lain Decentralized Executive Producing, yaitu kesempatan mendukung pendanaan film yang bekerja sama dengan Show, Exclusive Behind-the-Scenes Access berupa akses di balik layar produksi, Governance & Voting Rights untuk memberikan suara pada keputusan kreatif tertentu, serta Exclusive Reward berbasis kekayaan intelektual (IP).

Joshua Khubani, COO Show, mengatakan perusahaan menargetkan investasi sebesar US$100 juta di Asia Tenggara untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif digital.

"Kami memandang Indonesia bukan sebagai pasar konsumtif, melainkan sebagai episentrum talenta yang selama ini kekurangan likuiditas dan sistem distribusi yang efisien. Kami hadir untuk menyelesaikan inefisiensi itu," katanya.

Peluncuran Show Token yang digelar pada 26 Juni 2026 diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, asosiasi perfilman, dan komunitas teknologi dalam mendorong pemanfaatan blockchain dan AI di industri film. Inisiatif tersebut juga ditujukan untuk memperluas dukungan terhadap para penulis, sutradara, animator, dan pelaku industri kreatif Indonesia. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag