Donat Gandum Kian Dilirik, Humble Baker Bidik Konsumen Bergaya Hidup Sehat
Pergeseran gaya hidup masyarakat ke arah pola hidup yang lebih sehat mulai memengaruhi berbagai sektor industri makanan, termasuk bisnis donat.
Di tengah meningkatnya minat konsumen terhadap makanan dengan kandungan gizi yang lebih baik, pelaku usaha menghadirkan inovasi donat berbahan dasar gandum utuh (whole wheat) sebagai alternatif camilan yang lebih sehat dibandingkan donat konvensional.
Selama ini donat menjadi salah satu camilan favorit masyarakat Indonesia. Tingginya permintaan mendorong pelaku industri untuk terus berinovasi, baik dari sisi bahan baku maupun cita rasa. Jika sebelumnya donat identik dengan tepung terigu, kini berbagai varian berbahan kentang, labu, ragi, hingga gandum mulai berkembang untuk menjawab kebutuhan pasar yang semakin beragam.
Donat berbahan gandum utuh menawarkan nilai tambah dari sisi nutrisi. Kandungan serat yang lebih tinggi serta kadar gula yang relatif lebih rendah menjadi daya tarik bagi konsumen yang ingin menikmati camilan tanpa mengabaikan pola makan. Selain itu, gandum utuh dikenal memiliki manfaat dalam membantu memberikan energi, meningkatkan rasa kenyang, mendukung kesehatan pencernaan, serta berkontribusi dalam menurunkan risiko penyakit kardiovaskular apabila dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang.
Melihat peluang tersebut, Humble Baker menghadirkan lini produk donat gandum yang menyasar segmen konsumen dengan gaya hidup sehat. CEO Humble Baker, Ibnu Pratama, mengatakan peluncuran produk tersebut didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan melalui pola makan maupun aktivitas fisik seperti gym, lari, hingga padel.
Menurut Ibnu, formulasi donat gandum Humble Baker dibuat dengan mempertimbangkan aspek nutrisi tanpa menghilangkan cita rasa yang menjadi daya tarik utama donat. Meski tetap melalui proses penggorengan, perusahaan menggunakan minyak dengan spesifikasi tertentu agar hasil akhirnya tidak terasa terlalu berminyak.
"Minyak tentu tetap ada karena donat digoreng. Tetapi kami menggunakan minyak dengan spesifikasi tertentu sehingga donat tidak terasa oily dan minyaknya lebih mudah turun setelah proses penggorengan," ujar Ibnu.
Untuk menjangkau pasar yang lebih luas, Humble Baker menawarkan beragam pilihan rasa, mulai dari Cokelat Legendaris, Kopi Gula Aren, Cokelat OG, Tiramisu Syik Asik, Keju Banget, Cokelat Kacang Medan, Matcha Klasik, hingga Stroberi Manis.
Secara bisnis, tren makanan yang lebih sehat diperkirakan akan terus menjadi salah satu pendorong pertumbuhan industri makanan dan minuman. Inovasi produk yang mampu menggabungkan cita rasa dengan nilai gizi dinilai menjadi strategi penting bagi pelaku usaha untuk memenangkan persaingan di tengah meningkatnya kesadaran konsumen terhadap kesehatan.
Cikal bakal bisnis Humble Baker berawal dari usaha kue rumahan yang dirintis keluarga sejak 1987. Pada 2009, perusahaan membuka gerai roti dan kue pertamanya dengan nama YYT Cake Factory di kawasan Pluit.
Seiring perkembangan bisnis, Humble Baker memperluas lini produknya melalui Humble Cake, Coffee & Bread yang menawarkan roti, kue, kopi, serta berbagai makanan rumahan dengan bahan baku halal, berkualitas, dan tanpa bahan pengawet.
Dengan mengusung konsep camilan yang lebih baik dari sisi nutrisi, Humble Baker berharap dapat memanfaatkan momentum meningkatnya tren konsumsi makanan sehat sekaligus memperkuat posisinya di pasar bakery premium Indonesia. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.