Kinerja IHSG Jeblok, Mirae Sekuritas Rekomendasikan Saham BBCA, INTP, dan SCMA
Menjelang akhir semester I/2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan LQ45 tercatat sebagai indeks dengan kinerja terlemah secara global, masing-masing turun 31,8% dan 31,0% sejak awal tahun hingga 26 Juni 2026 (year to date). Kondisi ini sejalan dengan pelemahan rupiah terhadap dollar Amerika Serikat yang menciut sebesar 7,5% di periode tersebut.
Pada Jumat pekan lalu, IHSG kembali terkoreksi 1,7% ke 5.896. Sementara rupiah tetap tertekan mendekati 17.900, mencerminkan berlanjutnya tekanan eksternal dan lemahnya aliran dana asing.
Dalam jangka pendek, perhatian pasar akan tertuju pada rilis inflasi Juni dan neraca perdagangan Mei. PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan surplus neraca perdagangan tetap solid di atas US$1 miliar, didorong oleh normalisasi impor migas pasca front-loading di April.
“Namun, inflasi yang diperkirakan bertahan di kisaran 3,1% YoY, saat ini menurut kami masih ada peluang kembali naiknya BI rate mengingat masih tingginya tekanan terhadap rupiah,” kata Kepala Riset dan Ekonom Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, Senin (29/6/2026).Mirae Sekuritas merekomendasikan tiga saham di perdagangan Senin pekan ini;
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) – Uptrend potential
Target price (TP 1): Rp6.400 (+3.64%) | TP2: Rp6.550 (+6.07%) | TP3: Rp7.900 (+27.94%) | support: Rp5.825 & Rp5.525.
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) – Pullback potential
TP1: Rp4.310 (+3.86%) | TP2: Rp4.690 (+13.01%) | Support: Rp4.020 & Rp3.880.
PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) – Pullback potential
TP1: Rp214 (+3.88%) | TP2: Rp234 (+13.59%) | TP3: Rp286 (+38.83%) | Support: Rp194 & Rp165.(*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.