Maybank Indonesia Menyalurkan Green Financing Rp8,2 Triliun di 2025
PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia), bersama Maybank Group, terus memperkuat komitmennya terhadap agenda keberlanjutan di tingkat ASEAN dengan memfasilitasi pelaku industri di tanah air untuk mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Maybank Indonesia Sustainable Finance Forum 2026 yang mempertemukan pemangku kepentingan utama dalam sustainable finance, yaitu regulator, pelaku jasa keuangan dan pelaku industri.
Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan mengatakan, transisi menuju ekonomi rendah karbon semakin menjadi kebutuhan strategis bagi dunia usaha di tengah meningkatnya tuntutan dekarbonisasi, pengelolaan risiko iklim, dan target Net Zero Emission (NZE).
“Di Indonesia, kami pada tahun lalu melakukan green financing sebesar kurang lebih sekitar Rp8,2 triliun. Dan ini adalah bukti komitmen dari Maybank Indonesia untuk bisa mendukung pelaku usaha untuk melakukan transisi ke green financing, ke agenda sustainability mereka,” ujar Stefano pada keterangannya di Jakarta, Selasa (30/6/2026)..
Maybank Indonesia Sustainable Finance Forum 2026 mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, termasuk regulator dan pelaku industri, guna membahas tantangan dalam implementasi sustainable finance serta peluang investasi ekonomi hijau.
Forum tersebut dibuka dengan sesi investment outlook yang membahas dampak perkembangan ekonomi dan geopolitik global terhadap prospek pertumbuhan Indonesia, strategi mobilisasi modal swasta untuk mempercepat investasi transisi, serta peran ekonomi rendah karbon dalam memperkuat daya saing dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan jangka panjang.
Sebagai wujud nyata komitmen dalam mendukung transisi menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan, Maybank Indonesia secara resmi memperkenalkan Sustainable Shariah Restricted Investment Account (SRIA). Melalui solusi ini, nasabah tidak hanya memperoleh manfaat dari instrumen investasi yang sesuai dengan nilai-nilai syariah, tetapi juga berkontribusi langsung dalam pembiayaan proyek-proyek hijau yang mendorong transisi energi dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.
Produk ini mencerminkan keyakinan Maybank Indonesia bahwa bisnis yang bertanggung jawab dan imbal hasil yang bermakna bukan dua hal yang bertentangan — melainkan dua tujuan yang sejalan. Keberadaan Sustainable SRIA semakin mempertegas posisi Maybank Indonesia yang terus berinovasi dalam menghadirkan solusi investasi yang mengintegrasikan prinsip keuangan syariah dan keberlanjutan di pasar Indonesia.
Steffano menegaskan bahwa integrasi isu keberlanjutan ke dalam lanskap finansial bukan lagi sekadar kewajiban kepatuhan regulasi (compliance), melainkan instrumen utama dalam menjaga daya saing bisnis baik di pasar nasional dan global.
Dalam kesempatan tersebut, Group Chief Sustainability Officer Maybank, Datuk Shahril Azuar Jimin, mengatakan bahwa transisi menuju ekonomi berkelanjutan bukan lagi agenda masa depan, melainkan telah menjadi kebutuhan strategis bagi dunia usaha.
“Meskipun perjalanan transisi menuju ekonomi rendah karbon tidak akan mudah, meningkatnya kesadaran pemangku kepentingan akan isu tersebut juga menghadirkan peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi, peningkatan daya saing industri, serta penciptaan nilai jangka panjang,” ungkapnya.
“Di Maybank, kami berkomitmen untuk menjalankan peran kami. Maybank telah menetapkan target mobilisasi pembiayaan berkelanjutan sebesar RM300 miliar hingga 2030 (setara dengan Rp 1.314 triliun, asumsi kurs RM1=Rp4.380), dan tetap berkomitmen untuk terus mendukung nasabah, industri, serta perekonomian di seluruh ASEAN dalam perjalanan transisi tersebut," jelas Datuk Shahril. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.