Presiden Targetkan Restrukturisasi BUMN, Jumlah Perusahaan Menyusut Jadi 250

Presiden Targetkan Restrukturisasi BUMN, Jumlah Perusahaan Menyusut Jadi 250
Ilustrasi logo Danantara Indonesia atau Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) di kompleks Wisma Danantara Indonesia, Jalan Gatot Subroto, Jakarta pada Jumat sore (13/2/2026). Foto: Nadia K. Putri/SWA

Pemerintah menargetkan penataan besar-besaran BUMN selesai dalam dua tahun ke depan.

Presiden Prabowo Subianto menargetkan jumlah badan usaha milik negara (BUMN) dipangkas dari lebih dari 1.000 perusahaan menjadi sekitar 250 perusahaan guna mewujudkan BUMN yang lebih efisien dan transparan.

"Kita mau sekarang rasional, efisien, dan ini kita buktikan, dan ini kita lakukan. Saya minta dalam tahun ini harus selesai. Jadi dalam dua tahun kita akan bikin BUMN-BUMN lebih efisien, lebih transparan, lebih bekerja untuk rakyat," kata Prabowo dalam penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta, Ahad (28/6/2026).

Prabowo mengatakan pemerintah saat ini tengah melakukan pembersihan dan penertiban BUMN. Dari total sekitar 1.000 BUMN, saat ini telah ditutup lebih dari 200 perusahaan. Presiden menyebut jumlah BUMN akan terus dikurangi hingga tersisa sekitar 250 perusahaan. Dengan demikian, lebih dari 750 BUMN akan ditutup dalam rangka penataan perusahaan-perusahaan negara.

"Bagaimana Pak Dony? Ujungnya kita bisa berapa BUMN? Ujungnya nanti 250. Bayangkan, lebih dari 750 kita tutup," kata Prabowo saat bertanya langsung kepada Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengenai jumlah BUMN yang akan tersisa.

Prabowo menilai jumlah BUMN yang terlalu banyak selama ini menyebabkan tingginya beban organisasi, mulai dari direksi hingga komisaris di masing-masing perusahaan. Terlebih, perusahaan-perusahaan tersebut tidak mendatangkan keuntungan.

Kondisi tersebut dinilai tidak sejalan dengan upaya meningkatkan efisiensi pengelolaan perusahaan negara. "Sebanyak 750 dirut, 750 direksi, kali 4 atau kali 5, 750 komisaris kali 10. Overhead-nya seperti apa, gajinya seperti apa, saudara-saudara. Ini uang rakyat semua. Perusahaan tidak untung, hanya bayar overhead," tegas Prabowo.

Prabowo meminta proses penataan BUMN tersebut segera diselesaikan sehingga dalam dua tahun ke depan BUMN diharapkan menjadi lebih efisien, lebih transparan, dan lebih bekerja untuk kepentingan rakyat.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menanggapi usulan para akademisi agar setiap BUMN mengalokasikan sebagian laba perusahaan untuk riset dan inovasi. Prabowo menilai usulan tersebut baik, namun menekankan pentingnya kondisi perusahaan yang mampu menghasilkan laba.

"Ini bagus usulnya. Masalahnya, BUMN-BUMN ini ada labanya nggak? Sekarang mulai ada. Terima kasih, Danantara, terima kasih. Satu tahun ini sudah mulai ada laba," ujarnya.

Transformasi BUMN Berhasil Dongkrak Kinerja

Sebelumnya, Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menilai kinerja BUMN menunjukkan peningkatan yang signifikan seiring dengan program transformasi BUMN. "Capaian ini menunjukkan transformasi BUMN mulai memberikan hasil yang nyata," ujar Dony dalam keterangannya.

Tren positif tersebut, tutur Dony, mulai terlihat dari kinerja sejumlah BUMN hingga Mei 2026. Berdasarkan laporan kinerja unaudited, Pelindo membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp 2,01 triliun atau meningkat 94 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, Pupuk Indonesia Group mencatat laba bersih sebesar Rp 6,70 triliun atau melonjak 230 persen secara tahunan.

Capaian positif ini menjadi perhatian dalam pertemuan antara Dony dan sejumlah jajaran direksi BUMN di Wisma Danantara Indonesia, Jumat (19/6/2026). Pertemuan tersebut membahas perkembangan kinerja BUMN serta penguatan koordinasi untuk memastikan transformasi perusahaan negara berjalan semakin terukur, transparan, dan berorientasi pada hasil.

Peningkatan kinerja BUMN ini sejalan dengan komitmen BP BUMN dan Danantara dalam mendorong pengelolaan BUMN yang lebih akuntabel, berbasis data, serta sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.

Laporan capaian kinerja disusun dengan mengedepankan akurasi informasi sehingga publik dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai perkembangan dan kontribusi BUMN terhadap perekonomian nasional.

Dony menilai capaian kinerja BUMN yang melampaui target pada 2025 serta berlanjutnya tren positif pada 2026 menunjukkan langkah transformasi yang dijalankan telah berada pada arah yang tepat dan perlu terus diperkuat secara konsisten. "Yang penting ke depan adalah menjaga konsistensi, memperkuat tata kelola, dan memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada publik berbasis data, fakta, serta kondisi riil di lapangan," ujar Dony.

Sumber: Republika.co.id

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag