Allo Bank (BBHI) Buyback Saham, Siapkan Dana Rp200 Miliar dari Saldo Laba Ditahan

Allo Bank (BBHI) Buyback Saham, Siapkan Dana Rp200 Miliar dari Saldo Laba Ditahan
Suasana kantor bank digital Allo Bank (BBHI). Foto Allo Bank

PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp200 miliar. Dana buyback akan berasal dari saldo laba ditahan dan ditujukan untuk menjaga stabilitas harga saham serta mendukung kinerja perseroan.

"Selain itu, langkah ini diambil sebagai upaya untuk menjaga keharmonisan antara kondisi pasar dan fundamental perseroan serta menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan dalam usaha perseroan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Allo Bank Indonesia, Ari Yanuanto Asah, dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (30/6/2026).

Perseroan berencana menyimpan saham hasil buyback sebagai saham treasuri sesuai ketentuan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 29 Tahun 2023.

"Berkenaan dengan transaksi tersebut, maka dampak terhadap biaya operasional perseroan tidak material, sehingga laba-rugi diperkirakan masih sejalan dengan target perseroan," lanjut Ari dalam prospektus perseroan.

Manajemen Allo Bank juga menyatakan potensi kerugian (potential loss) akibat pengalihan aset berupa kas menjadi saham treasuri tidak akan memengaruhi pendapatan perseroan secara signifikan.

Perseroan mengalokasikan dana hingga Rp200 miliar atau sekitar 1,35% dari total aset untuk pelaksanaan buyback. Menurut manajemen, langkah tersebut tidak akan berdampak negatif secara material terhadap kegiatan usaha maupun likuiditas karena perseroan masih memiliki modal kerja dan arus kas yang memadai untuk membiayai pembelian kembali saham serta operasional bisnis.

Buyback akan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia dengan menggunakan satu anggota bursa, meski perseroan belum mengungkapkan identitas sekuritas yang ditunjuk. Periode pelaksanaan buyback berlangsung mulai Rabu (1/7/2026) hingga Selasa (1/9/2026).

Pada perdagangan Selasa (30/6/2026), saham BBHI ditutup di level Rp995. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp163,37 juta dengan volume 171.600 saham dan frekuensi 161 kali.

Sementara pada pembukaan perdagangan Rabu (1/7/2026), saham BBHI dibuka di level Rp985 pada pukul 09.00 WIB. Beberapa menit kemudian, harganya turun 8,54% dari posisi penutupan sebelumnya menjadi Rp910, berdasarkan data perdagangan real-time BEI.

Hingga sesi pertama perdagangan, kapitalisasi pasar BBHI tercatat sekitar Rp19,5 triliun. Volume transaksi mencapai 56.300 saham dengan frekuensi 53 kali dan nilai transaksi sebesar Rp52,81 juta. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag