BEI Hentikan Perdagangan Saham MENN, NINE, dan SOUL Per 1 Juli 2026, Mengapa?
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan penghentian sementara perdagangan efek terhadap tiga perusahaan tercatat, yaitu PT Menn Teknologi Indonesia Tbk (MENN), PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE), dan PT Mitra Tirta Buwana Tbk (SOUL). Suspensi ini berlaku pada perdagangan sesi pertama Rabu (1/7/2026).
“Berdasarkan pemantauan kami hingga tanggal 30 Juni 2026, terdapat tiga Perusahaan Tercatat di Papan Akselerasi yang belum menyampaikan Laporan Keuangan Auditan Tahunan per 31 Desember 2025,” jelas Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan PT Bursa Efek Indonesia, Pande Made Kusuma Ari A. dari keterbukaan informasi pada pagi ini.
Pande merinci, BEI melakukan suspensi di seluruh pasar, baik reguler, tunai, dan negosiasi terhadap MENN. Namun, status suspensi NINE dan SOUL masing-masing berlaku di pasar reguler dan tunai.
Melansir data perdagangan dari BEI, saham MENN ditutup ke Rp53 pada 28 Oktober 2025. Frekuensi transaksinya mencapai 367 kali, dengan volume transaksi sebanyak 5.178.500 saham. Saat itu, nilai transaksinya turun signifikan menjadi Rp272.053.600. Pada tanggal 29 Oktober 2025, perdagangan saham MENN dibekukan.
Sehari sebelum disuspensi, saham MENN mencetak nilai transaksi menembus Rp1.358.089.800 pada 27 Oktober 2025. Saat itu, frekuensi transaksinya mencapai 872 kali, dengan volume transaksi sebanyak 24.754.600 saham. Saham MENN ditutup di Rp53, sama seperti hari menjelang suspensi.
Sementara, saham NINE ditutup ke Rp72 pada 30 Juni 2026. Frekuensi transaksinya mencapai 753 kali, dengan volume transaksi sebanyak 12.312.200 saham. Nilai transaksinya mencapai Rp906.664.100.
Terakhir, saham SOUL ditutup ke Rp37 pada 30 Juni 2026. Kemarin, saham tersebut mencetak nilai transaksi sebesar Rp14.416.500, dengan volume transaksi sebanyak 383.900 saham. Frekuensi transaksinya mencapai 100 kali. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.