MDKA Bagikan Dividen Tunai Perdana hingga Rp300 Miliar, Yield Capai 0,48%
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menyetujui pembagian dividen tunai hingga Rp300 miliar kepada para pemegang saham. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan secara elektronik pada 23 Juni 2026.
Dividen akan dibayarkan dari sebagian saldo laba perseroan yang belum ditentukan penggunaannya. Pembagian ini menjadi dividen tunai perdana MDKA sejak mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2015.
Berdasarkan perhitungan, estimasi dividend yield MDKA berada pada kisaran 0,42% hingga 0,48%, bergantung pada harga saham yang digunakan sebagai acuan. Jika mengacu pada harga saham saat pengumuman awal dividen sekitar Rp2.900 per saham, dividend yield diperkirakan sekitar 0,42%. Sementara itu, berdasarkan harga penutupan saham menjelang cum date di level Rp2.540 per saham, dividend yield meningkat menjadi sekitar 0,48%.
Secara nominal, tingkat imbal hasil tersebut relatif lebih rendah dibandingkan sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia yang rutin membagikan dividen dengan yield lebih tinggi. Namun, pembagian dividen ini menjadi tonggak penting bagi MDKA karena merupakan dividen tunai pertama sejak perusahaan melantai di bursa.
Presiden Direktur Merdeka Copper Gold, Albert Saputro, mengatakan keputusan pembagian dividen mencerminkan optimisme manajemen terhadap prospek bisnis perseroan sekaligus komitmen untuk terus memberikan nilai tambah kepada pemegang saham.
"Meskipun 2025 merupakan tahun yang penuh tantangan, MDKA memasuki 2026 dengan fondasi yang lebih kuat. Kami melihat peningkatan kinerja operasional, disiplin biaya yang lebih baik, serta kemajuan penting di berbagai platform pertumbuhan utama Perseroan. Keputusan pembagian dividen ini mencerminkan keyakinan kami terhadap prospek Perseroan dan komitmen kami untuk memberikan nilai jangka panjang bagi pemegang saham," ujar Albert dalam keterangan resmi, Rabu (24/6).
Perseroan menyatakan pembagian dividen dilakukan dengan tetap mempertimbangkan keseimbangan antara pemberian imbal hasil kepada pemegang saham dan kebutuhan pendanaan untuk mendukung ekspansi bisnis. Kebijakan tersebut dinilai sejalan dengan upaya perusahaan menjaga fleksibilitas keuangan sambil melanjutkan pengembangan berbagai proyek pertumbuhan dan peningkatan kinerja operasional. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.