BEI dan Bank Jakarta Kompak Tekankan Pentingnya Kualitas Pertumbuhan

Bank Jakarta tetap menjaga laju pertumbuhan dengan memperkuat struktur pendanaan dan kualitas portofolio. (Istimewa)

Pertumbuhan jumlah investor di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Namun, di balik peningkatan tersebut, tantangan berikutnya adalah memastikan kualitas investor berkembang seiring dengan bertambahnya basis partisipasi di pasar modal.

Literasi, kemampuan analisis, serta pemahaman terhadap risiko dinilai menjadi fondasi utama untuk menciptakan pasar yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia, Jeffry Hendrik, menegaskan bahwa penguatan kualitas investor menjadi salah satu fokus utama dalam upaya memperdalam pasar modal nasional.

Bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan self-regulatory organization (SRO), BEI terus memperkuat transparansi pasar melalui penyediaan data investor yang lebih granular, peningkatan keterbukaan informasi, serta berbagai inisiatif pendalaman pasar.

Menurut Jeffry, transparansi merupakan fondasi untuk membangun kepercayaan investor. "Kami yakin dengan transparansi yang lebih baik, tentu akan ada trust yang lebih tinggi," ujarnya.

Ia mengungkapkan, jumlah investor domestik saat ini telah melampaui 28 juta. Meski demikian, peningkatan jumlah investor perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas agar mampu menjadi pilar pengembangan pasar modal Indonesia dalam jangka panjang.

Karena itu, investor didorong tidak hanya memahami berbagai instrumen investasi, tetapi juga memiliki kemampuan menganalisis risiko dan mengambil keputusan secara rasional.

Menurut Jeffry, investor perlu menghindari keputusan investasi yang semata-mata dipengaruhi tren atau fenomena fear of missing out (FOMO), melainkan didasarkan pada analisis yang matang serta sesuai dengan profil risiko masing-masing.

Penekanan pada kualitas juga menjadi pendekatan yang diterapkan Bank Jakarta dalam menghadapi dinamika ekonomi yang semakin kompleks.

Direktur Utama Bank Jakarta, Agus, menegaskan perseroan tidak lagi berorientasi mengejar pertumbuhan setinggi mungkin, melainkan lebih mengutamakan pertumbuhan yang sehat dan berkualitas.

Kesamaan pandangan antara pelaku industri perbankan dan pasar modal menunjukkan bahwa kualitas kini menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga ketahanan sektor keuangan.

“Industri perbankan dan pasar modal akan tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan apabila sama-sama mampu menjaga kesehatan sektor serta mempertahankan kepercayaan publik,” kata Agus.

Agus mengakui industri perbankan kini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Selain dibayangi ketidakpastian ekonomi global, kenaikan biaya dana (cost of fund) mulai menjadi tekanan baru yang berpotensi menggerus profitabilitas industri.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak menghambat agenda ekspansi Bank Jakarta. Perseroan tetap menjaga laju pertumbuhan dengan memperkuat struktur pendanaan dan kualitas portofolio. Strategi tersebut ditempuh melalui diversifikasi sumber dana serta optimalisasi penghimpunan dana murah (CASA), termasuk memanfaatkan ekosistem Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai salah satu basis pendanaan. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag