Indonesia Raup Potensi Transaksi Rp89,5 Miliar di Food Taipei Mega Show 2026
Produk pangan Indonesia membukukan potensi transaksi sebesar US$5 juta atau sekitar Rp89,5 miliar melalui keikutsertaan Paviliun Indonesia pada ajang Food Taipei Mega Show 2026. Capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, Kementerian Perdagangan (Kemendag), Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), Akademi Mudah Ekspor (AME), pelaku usaha Indonesia, serta berbagai mitra strategis di Taiwan.
Selama empat hari penyelenggaraan, Paviliun Indonesia menghadirkan lebih dari 20 pelaku usaha yang menampilkan beragam produk unggulan dengan konsep gaya hidup sehat dan berkelanjutan. Produk yang dipamerkan meliputi sarang burung walet, boga bahari (seafood), makanan ringan berbahan dasar buah, mi rendah kalori, madu, kopi, rempah-rempah, saus dan bumbu premium, gula kelapa sagu, hingga berbagai produk olahan perikanan.
Kepala KDEI Taipei, Arif Sulistiyo, mengatakan sekitar 500 pengunjung mendatangi Paviliun Indonesia selama pameran berlangsung. Menurutnya, produk yang paling banyak diminati meliputi sarang burung walet, boga bahari, makanan ringan sehat, saus dan bumbu premium, rempah-rempah, mi instan sehat, serta gula kelapa sagu.
“Sebagai tindak lanjut, KDEI Taipei akan terus memperkuat promosi perdagangan melalui penyelenggaraan business matching, misi dagang, serta pengembangan kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan di Taiwan,” tuturnya dalam siaran pers, Kamis (2/7/2026).
Optimisme juga disampaikan Nunik, pemilik Novio Indonesia, produsen bumbu dapur premium. Menurutnya, Taiwan berpotensi menjadi pintu masuk untuk memperluas jangkauan produknya ke pasar global.
"Saya tidak menyangka antusiasme calon buyer di Taiwan sebesar ini. Kami sangat puas dan senang. Taiwan bukan hanya pasar yang menjanjikan, tetapi juga dapat menjadi hub untuk memperluas jaringan bisnis ke pasar internasional," tuturnya. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.