Pangsa Pasar Prudential Syariah di Asuransi Jiwa Syariah Tembus 22%
Prudential Syariah di 2025 itu mencatatkan kinerja yang kuat dan konsisten tumbuh di atas industri lantaran perusahaan ini mendominasi pangsa pasar asuransi jiwa syariah di Indonesia sebesar 22%. Vivin Arbianti Gautama, Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah, mengatakan pencapaian ini mempertegas posisi perusahaan sebagai market leader sekaligus cerminan dari kepercayaan keluarga Indonesia yang memilih asuransi Prudential Syariah.
“Sebagai mitra pengelola perlindungan masyarakat Indonesia, Prudential Syariah terus berkomitmen menghadirkan solusi proteksi yang inklusif, sesuai prinsip syariah, serta relevan dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang,” ujarnya pada keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (1/7/2026).
Ia menyebutkan hingga saat ini, lebih dari 300 ribu nasabah telah mempercayakan perlindungan kesehatan dan jiwa kepada Prudential Syariah. Ini didukung oleh lebih dari 67.000 tenaga pemasar syariah professional yang menjangkau berbagai wilayah di seluruh Indonesia.
Ke depannya, perusahaan asuransi ini terus memperkuat kepemimpinannya di industri syariah dengan memperluas akses perlindungan syariah yang inklusif dan relevan bagi seluruh segmen masyarakat, mulai dari keluarga muda, profesional, hingga beragam komunitas melalui inovasi produk maupun layanan digital PRUServices.
Prudential Syariah memperluas makna perlindungan dari proteksi finansial menuju pemberdayaan ekonomi dan ruang komunitas lintas generasi, melalui program Sigap (Satu Inspirasi Generasi Berdampak), Satu Social Space, Sharia Knowledge Center, hingga podcast Soul Talk.
Berkat pencapaian tersebut, Prudential Syariah dianugerahi penghargaan Best Performance Islamic Insurance dalam ajang Anugerah Syariah Republika 2026. "Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa setiap pencapaian harus berujung pada satu hal yaitu hadir sebagai Satu Yang Melindungi bagi keluarga Indonesia di setiap tahap kehidupan, sekaligus menjadi bagian dari fondasi pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah nasional yang lebih kuat dan inklusif," tutup Vivin. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.