Anabatic Technologies (ATIC) Gelar Rights Issue, Incar Dana Rp289,42 Miliar untuk Membayar Obligasi

Anabatic Technologies (ATIC) Gelar Rights Issue, Incar Dana Rp289,42 Miliar untuk Membayar Obligasi
Ilustrasi karyawan emiten teknologi asal Indonesia, PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC). Foto Anabatic Technologies

PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) berencana menawarkan sebanyak 578.840.338 saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham melalui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu III (PMHMETD III) atau rights issue. Melalui aksi korporasi ini, perseroan menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp289,42 miliar.

"Setiap pemegang saham yang memiliki 4 saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham 8 hari kerja setelah efektifnya pernyataan pendaftaran pukul 16.00 WIB berhak atas 1 HMETD yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pelaksanaan HMETD," jelas manajemen perseroan dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (2/7/2026).

Manajemen ATIC menjelaskan seluruh dana hasil rights issue, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk membayar sebagian pokok Obligasi Konversi Anabatic Tahun 2018 kepada TIS Inc.

Sisa kewajiban obligasi konversi tersebut akan dilunasi menggunakan fasilitas kredit perbankan yang telah diperoleh perseroan serta dana kas dan setara kas yang dimiliki.

Obligasi Konversi Anabatic Tahun 2018 memiliki nilai pokok sebesar Rp560 miliar dengan nilai outstanding mencapai Rp559,99 miliar. Dari jumlah tersebut, perseroan akan membayar sebagian pokok sebesar Rp289,42 miliar.

Obligasi konversi tersebut akan jatuh tempo pada 11 Juli 2026, dengan batas periode pelunasan hingga enam bulan setelah tanggal jatuh tempo atau sampai 11 Januari 2027. Instrumen tersebut dikenakan bunga sebesar 5% per tahun.

Dalam aksi korporasi ini, TIS Inc. selaku pemegang saham utama ATIC dengan kepemilikan 37,30% menyatakan tidak akan melaksanakan seluruh HMETD yang menjadi haknya.

Sementara itu, PT Artha Investama Jaya yang memiliki 28,69% saham ATIC juga menyatakan tidak akan menggunakan HMETD yang menjadi haknya. Seluruh HMETD tersebut akan dialihkan kepada sejumlah pembeli siaga.

Pembeli siaga tersebut terdiri atas PT Inti Global Resource Indonesia sebanyak 72.664.952 HMETD (43,75%), Yuliana Tan sebanyak 34.920.032 HMETD (21,02%), Sukemi Kasim sebanyak 34.920.032 HMETD (21,02%), serta Frieda Lukman sebanyak 23.591.771 HMETD (14,20%).

Dengan demikian, total HMETD yang dialihkan PT Artha Investama Jaya kepada keempat pembeli siaga tersebut mencapai 166.096.787 HMETD. Para pembeli siaga itu telah menyatakan akan melaksanakan seluruh HMETD yang dialihkan kepada mereka.

ATIC menetapkan rasio rights issue sebesar 4:1 dengan harga pelaksanaan Rp500 per saham. HMETD akan mulai tercatat di BEI pada 14 Juli 2026, sedangkan tanggal penjatahan dijadwalkan pada 23 Juli 2026.

Sepanjang perdagangan sesi kedua, saham ATIC menguat 7,45% ke level Rp505 per saham, berdasarkan data TradingView pada pukul 14.53 WIB. Volume transaksi mencapai 2,88 juta saham dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp1,09 triliun. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag