KB Bank Bocorkan Strategi Bisnis Hadapi Persaingan Antarbank
PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) atau KB Bank membeberkan strategi bisnis di tengah ketatnya persaingan bisnis dengan memadukan segmen yang menjadi kekuatan KB Bank. Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie, mengatakan, salah satu segmen yang menjadi kekuatan KB Bank adalah wholesale dan korporasi.
"Segmen wholesale kami berorientasi terhadap ekosistem, misalnya ada seller-nya, supplier-nya, ada distributornya, kami ingin mencakup semua ekosistem ini menjadi nasabah kami," ujar Kurnady dalam Media Briefing KB Bank, Kamis (2/7/2026).
Namun, KB Bank tidak ingin hanya bersaing melalui produk, melainkan menawarkan solusi bisnis yang lebih menyeluruh kepada nasabah. Kurnady memaparkan KB Bank memilih strategi ini lantaran persaingan dengan bank-bank lokal yang semakin ketat.
Lantaran demikian, KB Bank mengembangkan ekosistem tersebut untuk memperkuat hubungan jangka panjang dengan nasabah sekaligus memperluas peluang bisnis. "Kami tidak hanya menjual produk. Kami ingin menjadi trusted partner yang mampu memberikan solusi sesuai kebutuhan nasabah," kata Kurnady melanjutkan.
Pada segmen ritel, KB Bank memperluas penawaran produk, mulai dari kredit pensiun, kredit pemilikan rumah (KPR), payroll, layanan EDC hingga jaringan Bank Keliling Terpadu Mobile (BKTM) untuk menjangkau wilayah yang belum banyak terlayani layanan perbankan.
Menurut Kunardy, perseroan mengembangkan pendekatan berbasis komunitas untuk memperkuat loyalitas nasabah. "Kami ingin kantor cabang bukan hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga menjadi tempat komunitas berkumpul dan berdiskusi," jelasnya.
Direktur Wholesale KB Bank, Widodo Suryadi, mengatakan perseroan tidak lagi hanya berfokus pada penyaluran kredit, tetapi juga menghadirkan solusi keuangan yang terintegrasi sesuai kebutuhan nasabah korporasi.
"Kami tidak hanya menyediakan pembiayaan, tetapi kami juga menghadirkan solusi keuangan yang terintegrasi, mulai dari cash management, trade finance, treasury hingga supply chain financing," papar Widodo.
Salah satu implementasi strategi tersebut dilakukan melalui kemitraan dengan kelompok rumah sakit di wilayah Jabodetabek. Layanan yang dikembangkan KB Bank mencakup enam rumah sakit dan satu klinik spesialis dengan dukungan sekitar 1.600 tenaga kesehatan, termasuk sekitar 1.000 perawat dan tenaga profesional, serta memiliki target pengembangan hingga lebih dari 1.000 tempat tidur rumah sakit.
Menurut Widodo, layanan yang diberikan tidak hanya berupa pembiayaan, tetapi juga pengelolaan rekening operasional rumah sakit, pengelolaan pembayaran BPJS Kesehatan dan perusahaan asuransi, layanan penggajian tenaga kesehatan, sistem pembayaran, serta pembiayaan rantai pasok bagi pemasok alat kesehatan.
"Ini sebenarnya hanya ekosistem kecil di rumah sakit, tetapi kalau kita kembangkan lagi itu jangkauannya luar biasa," lanjut Widodo.
KB Bank memastikan model pembiayaan berbasis ekosistem akan terus dikembangkan ke berbagai sektor strategis guna memperkuat pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan sekaligus mendukung kegiatan usaha dan perekonomian Indonesia. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.