Kualitas Layanan Antarkan Komodo Luxury Masuk Top 10% Atraksi Wisata Terbaik Dunia
Di tengah persaingan industri pariwisata premium, operator wisata bahari asal Labuan Bajo, Komodo Luxury, kembali memperoleh pengakuan internasional. Perusahaan meraih Travelers' Choice Award dari TripAdvisor selama tiga tahun berturut-turut (2024–2026) dan pada edisi 2026 masuk dalam kategori Top 10% of Things to Do Worldwide.
Penghargaan Travelers' Choice diberikan berdasarkan ulasan wisatawan terverifikasi di TripAdvisor selama 12 bulan terakhir. Untuk masuk dalam kategori Top 10% of Things to Do Worldwide 2026, pelaku usaha harus mampu mempertahankan tingkat kepuasan pelanggan yang tinggi secara konsisten dari ratusan ulasan wisatawan.
Menurut Agung Afif, pendiri dan CEO Komodo Luxury, konsistensi tersebut ditopang oleh kualitas operasional, bukan strategi pemasaran.
Karena itu, perusahaan memprioritaskan penguatan sumber daya manusia, mulai dari kapten phinisi, naturalis, hingga kru kapal. Mayoritas kru berasal dari Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Timur serta mendapatkan pelatihan kepemimpinan, keselamatan, dan hospitality berstandar internasional.
Komodo Luxury mengoperasikan armada phinisi tradisional dan luxury cabin cruise yang didukung tim multidisiplin, termasuk naturalis yang memberikan edukasi mengenai komodo, terumbu karang, dan upaya konservasi kepada wisatawan.
Penghargaan Travelers' Choice 2026 diraih di tengah penyesuaian industri pariwisata Labuan Bajo setelah penerapan kuota harian pengunjung dan pembatasan navigasi di Taman Nasional Komodo sejak awal 2026.
Agung Afif mengatakan perusahaan mendukung kebijakan tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan kawasan. Menurutnya, kelestarian Taman Nasional Komodo merupakan fondasi keberlanjutan bisnis. Sejalan dengan penyesuaian operasional tersebut, Komodo Luxury juga memperluas rute pelayaran ke Raja Ampat, Papua Barat Daya.
Ke depan, perusahaan akan tetap berfokus pada peningkatan kualitas layanan melalui penguatan SDM, penyempurnaan sistem operasional, serta kemitraan dengan perajin phinisi di Bira, Sulawesi Selatan. Selain itu, perusahaan berencana memperluas rute pelayaran ke Raja Ampat, Triton Bay, dan Laut Banda.
“Konsistensi meraih pengakuan selama tiga tahun berturut-turut merupakan buah disiplin operasional, sekaligus menjadi sinyal positif bagi daya saing industri yacht charter Indonesia,” tutup Agung Afif. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.