Jumlah Investor Tokocrypto Capai 5,2 juta di Semester I/2026
Perkembangan investor aset kripto di Indonesia cukup signifikan di pertengahan tahun ini. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah akun aset keuangan digital mencapai 21,70 juta akun pada April 2026 atau tumbuh 1,57% jika dibandingkan Maret 2026 sebanyak 21,37 juta konsumen (month to month). Hingga akhir Juni 2026, jumlah pengguna Tokocrypto telah mencapai lebih dari 5,2 juta.
Sejalan dengan itu, pertumbuhan investor di platform seperti Tokocrypto mencatat pertumbuhan. Sepanjang semester I 2026, pertumbuhan pengguna Tokocrypto rata-rata berada di angka sekitar 4–5% per bulan, lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan investor kripto nasional berdasarkan data OJK yang berada di kisaran 3% per bulan.
Salah satu pencapaian penting Tokocrypto adalah berhasil melampaui 5 juta pengguna pada awal Mei 2026. Hingga akhir Juni 2026, jumlah pengguna Tokocrypto telah mencapai lebih dari 5,2 juta.
“Dari jumlah tersebut, lebih dari 60% merupakan pengguna aktif yang secara rutin melakukan transaksi atau trading. Hal ini menunjukkan bahwa di tengah kondisi pasar kripto yang masih menantang dan volume transaksi yang cenderung fluktuatif, minat masyarakat terhadap aset kripto tetap tinggi,” kata CEO Tokocrypto, Calvin Kizana kepada SWA.co.id di Jakarta, Senin (6/7/2026).
Dari sisi demografi, sekitar 70% pengguna Tokocrypto berada pada rentang usia produktif, yaitu 20–40 tahun. Sebaran pengguna masih didominasi oleh wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.
Sementara itu, wilayah Indonesia Timur juga menunjukkan perkembangan yang positif. Di Papua, misalnya, kami mencatat pertumbuhan pengguna sekitar 5% selama semester I 2026, yang menunjukkan semakin luasnya adopsi aset kripto di berbagai daerah di Indonesia.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap aset kripto dan teknologi blockchain di Indonesia masih terus berkembang, meskipun kondisi pasar pada semester I tahun ini cenderung lebih menantang.(*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.