Indeks Saham Teknologi Menguat ke Level 6.511, Kiwoom Sekuritas Cermati Prospeknya
Indeks saham sektor teknologi (IDXTechno) pada penutupan perdagangan di Senin ini menguat sebesar 0,92% ke level 6.511. Ini didukung kenaikan 17 saham, tetapi 18 saham stagnan dan 13 saham turun, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI). .PT Kiwoom Sekuritas Indonesia mencermati sektor teknologi di Indonesia dinilai masih berkutat soal efisiensi biaya dibandingkan ekspansi bisnis.
“Kontras dengan pasar global di mana banyak indeks utama justru ditopang oleh sektor teknologi AI, semikonduktor, dan pusat data,” ujar Kepala Riset Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata di Jakarta, Senin (8/7/2026).
Di papan utama perdagangan BEI, perusahaan-perusahaan yang mencatatkan sahamnya di sektor teknologi itu antara lain PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL), PT Galva Technologies Tbk (GLVA), dan PT Mastersystem Infotama Tbk (MSTI).
GLVA bergerak di bisnis distributor merek teknologi, MSTI bergerak sebagai penyedia infrastruktur teknologi, sedangkan MTDL bergerak sebagai penyedia solusi digital dan perangkat keras. Sementara EMTK pada dasarnya adalah induk perusahaan teknologi dan media.
Sedangkan di papan pengembangan, terdapat 30 perusahaan yang mencatatkan sahamnya di sektor teknologi. Ini meliputi perusahaan pusat data seperti PT DCI Indonesia Tbk (DCII), PT Dunia Virtual Online Tbk (AREA), hingga PT Indointernet Tbk (EDGE).
Sedangkan emiten semikonduktor adalah PT Pelita Teknologi Global Tbk (CHIP) yang bergerak di penyediaan cip untuk kartu SIM, dan PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN) sebagai perakit semikonduktor. CHIP tercatat di papan akselerasi, sedangkan PTSN di papan pengembangan.
Masih di papan pengembangan, seperti Tera Data Indonusa Tbk (AXIO) dan Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX) yang memasok piranti keras (hardware). Sedangkan untuk solusi digital terdiri dari PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), hingga PT Global Digital Niaga Tbk (BELI). Kemudian, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) yang tercatat di papan ekonomi baru.
“Sementara di Indonesia, sektor teknologi masih berkutat dengan isu profitabilitas, persaingan ketat, regulasi, dan restrukturisasi tenaga kerja,” lanjut Liza dari risetnya. Perusahaan sekuritas yang berkode AG ini mencermati efisiensi emiten teknologi.
Hal ini ditunjukkan dengan adanya pemutusan hubungan karyawan (layoff) hingga 90% karyawan yang dilakukan oleh GOTO, induk dari usaha e-commerce PT Tokopedia pada Juli 2026. Beberapa tahun sebelumnya, BELI yang memutus hubungan kerja 270 karyawan pada November 2025.
Sementara BUKA layoff lebih dari 50% dalam kurun waktu 31 Desember 2024 sampai 31 Desember 2025. Sehingga ini membuat total karyawan BUKA pada akhir tahun 2025 menjadi 424 orang, dari 1.018 orang pada akhir tahun 2024.
Sepanjang tahun 2026, data BEI menunjukkan bahwa indeks IDXTechno masih terjerembab di minus 31,66% secara year-to-date (ytd). Ini menunjukkan koreksi terdalam setelah indeks sektor energi (IDXenergy) minus sebesar 39,11%, properti dan real estat (IDXProperti) minus 38,04%, infrastruktur (IDXInfrastructure) minus 34,71%, dan kesehatan (IDXHealth) minus 31,19%.
Adapun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis 0,69% dari level 5.875,78 ke level 5.916,07. BEI mencatatkan, investor asing melakukan total penjualan bersih (net foreign sell) sebesar Rp190,90 miliar di seluruh pasar, sedangkan di pasar reguler sebesar Rp163,01 miliar. Sepanjang tahun 2026, net foreign sell tersebut meningkat hingga Rp74,60 triliun secara year-to-date. Nilai penjualan ini setara dengan US$4,1 juta. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.