Chandra Asri (TPIA) Tawarkan Obligasi Rp2,25 Triliun dan Kupon Hingga 10%, Dananya untuk Modal Kerja
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menawarkan Obligasi Berkelanjutan V Tahap III Tahun 2026 dengan nilai pokok sebesar Rp2,25 triliun sebagai bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) V yang memiliki target penghimpunan dana hingga Rp6 triliun. Sebelumnya, perseroan telah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V Tahap I senilai Rp1,5 triliun pada 2025 dan Tahap II sebesar Rp2,25 triliun pada 2026.
Berdasarkan keterbukaan informasi, Selasa (7/7)/2026, obligasi yang ditawarkan terdiri atas empat seri dengan tenor dan tingkat bunga tetap yang berbeda. Seri A memiliki nilai pokok Rp1,318 triliun dengan kupon 8,50% per tahun dan tenor 370 hari. Seri B senilai Rp532,195 miliar menawarkan kupon 9% dengan jangka waktu tiga tahun. Seri C sebesar Rp177,525 miliar memberikan kupon 9,50% dengan tenor lima tahun, sedangkan Seri D senilai Rp221,825 miliar menawarkan kupon 10% per tahun dengan jangka waktu tujuh tahun.
Obligasi tersebut ditawarkan pada harga 100% dari nilai pokok. Pembayaran bunga dilakukan setiap tiga bulan, dengan pembayaran bunga pertama dijadwalkan pada 14 Oktober 2026, sementara pelunasan pokok dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat jatuh tempo masing-masing seri.
Masa penawaran umum berlangsung pada 6–9 Juli 2026, diikuti penjatahan pada 10 Juli 2026. Distribusi obligasi secara elektronik atau tanggal emisi dijadwalkan pada 14 Juli 2026, sedangkan pencatatan di Bursa Efek Indonesia dilakukan sehari setelahnya, yakni 15 Juli 2026.
Perseroan menyatakan obligasi ini tidak dijamin dengan jaminan khusus, namun dijamin oleh seluruh harta kekayaan perseroan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Obligasi juga memperoleh peringkat idAA- (double A minus) dari Pefindo yang berlaku hingga 1 September 2026.
Minimum pemesanan ditetapkan sebesar Rp5 juta atau kelipatannya. Perseroan juga menyatakan tidak membentuk dana cadangan (sinking fund) untuk pelunasan pokok maupun pembayaran bunga obligasi dengan pertimbangan mengoptimalkan penggunaan dana hasil penawaran umum sesuai rencana penggunaan dana.
Dana bersih yang diperoleh dari penerbitan obligasi, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan seluruhnya sebagai modal kerja, termasuk untuk pembelian bahan baku produksi dalam kegiatan usaha perseroan.(*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.