JELI Targetkan Kapasitas Produksi Naik 26%
PT Niramas Utama Tbk (JELI) menghimpun total dana Rp239,4 miliar sebelum dikurangi biaya emisi, melalui Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) pada Selasa (7/7/2026).
Direktur Niramas Utama , Adhi S. Lukman mengatakan sekitar 70% dana hasil IPO akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi, produktivitas, dan efisiensi. Dari jumlah tersebut, 51% dialokasikan untuk pengembangan kategori produk baru, sementara 18–19% digunakan untuk perbaikan logistik dan otomatisasi agar operasional menjadi lebih efisien.
Meski dihadapkan pada PMI manufaktur Indonesia yang tengah kontraksi ke level 46,9 di Juli 2026, perseroan menilai peningkatan kapasitas produksi merupakan investasi jangka panjang.
"Kami memandang investasi sebagai langkah jangka panjang. Jadi, meskipun dalam jangka pendek ada berbagai tantangan, kami tetap yakin industri makanan dan minuman masih memiliki potensi yang sangat besar," ucapnya di Jakarta pada hari ini.
Adhi mengungkapkan kapasitas produksi JELI sudah mendekati 2 miliar kemasan per tahunnya. Perseroan pun menargetkan peningkatan kapasitas produksi sekitar 25–26% dari dana IPO.
Namun investasi baru tersebut baru akan selesai di akhir 2027 karena proses pengadaan mesin membutuhkan waktu yang panjang. Setelahnya, mulai 2028, perseoran berharap peningkatannya akan jauh lebih tinggi.
Tantangan terbesar saat ini, menurut Adhi, masih berasal dari daya beli masyarakat. Selain itu, kondisi geopolitik global juga menjadi faktor yang perlu diwaspadai oleh perseroan. Namun JELI tetap optimistis karena kebutuhan terhadap makanan dan minuman akan selalu ada.
"Kami menargetkan pertumbuhan top line 26% pada 2026. Kami juga berharap kinerja bottom line akan lebih baik dibandingkan tahun lalu," pungkas Adhi. Berdasarkan prospektus, penjualan JELI pada 2025 tembus Rp753 miliar dan laba bruto mengantongi Rp290 miliar.(*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.