Prabowo-PM Wong Sepakat, Indonesia Siap Ekspor Listrik ke Singapura
Danantara resmi dipercaya menjadi pelaksana kerja sama strategis tersebut.
Presiden RI Prabowo Subianto menunjuk Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk melaksanakan implementasi kerja sama perdagangan listrik lintas batas dengan Singapura. Dalam pernyataan bersama dengan Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/7/2026), Presiden Prabowo mengatakan pertemuan kedua negara menghasilkan 26 kesepakatan atau nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) di berbagai sektor. Kesepakatan tersebut terdiri atas 18 kesepakatan antarpemerintah dan delapan kesepakatan antarpelaku usaha.
"Indonesia telah menunjuk BPI Danantara untuk implementasi kerja sama perdagangan listrik lintas batas. Juga untuk kegiatan-kegiatan di bidang perdagangan selanjutnya," kata Prabowo.
Implementasi tersebut dilakukan untuk mewujudkan proyek perdagangan listrik komersial berkapasitas 3,4 gigawatt (GW) atau lebih pada 2035, sekaligus mendukung investasi kedua negara dan pengembangan potensi energi baru terbarukan di Indonesia. Proyek tersebut diumumkan dalam pertemuan Leaders' Retreat yang digelar kedua pemimpin negara pada tahun lalu. Presiden Prabowo juga menyampaikan kerja sama kedua negara mencakup bidang ekonomi digital, ekosistem digital, keamanan siber, pangan, rantai pasok, keamanan, konektivitas, pariwisata, pendidikan, serta kepemudaan.
"Kerja sama yang baik ini akan menguntungkan tidak hanya rakyat Indonesia dan rakyat Singapura, tetapi juga akan menyumbang stabilitas, pertumbuhan, dan kemakmuran di seluruh Asia Tenggara," ujar Prabowo.
Sebelumnya, Presiden Prabowo menerima kunjungan PM Singapura Lawrence Wong di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/7/2026), dalam rangka Pertemuan Tahunan Pemimpin Indonesia-Singapura (Leaders' Retreat).
Pertemuan tersebut membahas berbagai isu, mulai dari kerja sama di sektor ekonomi, energi, dan pendidikan hingga sejumlah isu regional dan global.
Sementara itu, dalam siaran pers bersama Danantara Indonesia dan Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura disebutkan bahwa Danantara menjadi ujung tombak pelaksanaan perdagangan listrik lintas batas antara Indonesia dan Singapura. Melalui Danantara Investment Management (DIM), Danantara telah menandatangani dua nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Keppel Electric dan Sembcorp Utilities untuk mengeksplorasi potensi kolaborasi dalam impor listrik rendah karbon.
Kedua MoU tersebut mencerminkan minat komersial sekaligus tingginya permintaan terhadap impor listrik rendah karbon di Singapura. Danantara Indonesia juga menandatangani MoU dengan Singapore Energy Interconnections (SGEI) untuk memfasilitasi pertukaran informasi serta potensi kerja sama terkait aspek komersial dan teknis dalam pengembangan jaringan interkoneksi listrik lintas batas.
Menteri Singapura yang membidangi Energi serta Sains dan Teknologi, Tan See Leng, bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani menyambut baik penandatanganan MoU tersebut serta sejalan dengan pernyataan para pemimpin kedua negara mengenai perdagangan listrik lintas batas (Cross-Border Electricity Trade/CBET). Keduanya berharap proyek perdagangan listrik berkapasitas 3,4 gigawatt (GW) atau lebih dapat terealisasi secara komersial pada 2035.
Proyek tersebut diharapkan memperkuat konektivitas energi sekaligus mendukung dekarbonisasi di kedua negara, termasuk melalui penciptaan investasi baru dan lapangan kerja di sektor energi bersih Indonesia.
Untuk mendukung proyek tersebut, Indonesia dan Singapura akan mengembangkan kerangka regulasi, kebijakan, serta berbagai persyaratan yang berkaitan dengan perdagangan listrik lintas batas, termasuk menciptakan iklim investasi sesuai target dan tahapan yang telah disepakati.
Kedua pemerintah juga akan menyusun dan menerapkan kerangka Sertifikat Energi Terbarukan Lintas Batas (Cross-Border Renewable Energy Certificate/REC) yang selaras dengan standar internasional. Kerangka tersebut akan mendukung sistem pelacakan dan pencatatan sertifikat energi terbarukan lintas negara sebelum aliran listrik pertama mulai disalurkan.
Menteri Tan See Leng mengatakan sejumlah proyek potensial ekspor listrik dari Indonesia telah menunjukkan kemajuan yang baik. Dengan komitmen politik dari kedua pemerintah serta koordinasi yang erat antara Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura dengan mitra di Indonesia, ia optimistis berbagai kendala yang tersisa dapat diselesaikan sehingga proyek mulai beroperasi sebelum akhir dekade ini.
"Kerja sama ini akan menghadirkan ketahanan dan keberlanjutan energi yang lebih baik bagi masyarakat kedua negara, menciptakan manfaat ekonomi turunan, serta membawa kita selangkah lebih dekat menuju terwujudnya visi ASEAN Power Grid," ujar Tan.
Sementara itu, Menteri Rosan Perkasa Roeslani mengatakan dirinya sependapat dengan optimisme Menteri Tan.
"Saya sepenuhnya sependapat dengan keyakinan Menteri Tan. Kemauan politik adalah fondasi, tetapi eksekusi adalah yang menentukan hasil. Indonesia berkomitmen penuh menyelesaikan berbagai prioritas regulasi dan infrastruktur agar proyek ini dapat berjalan sebelum akhir dekade," kata Rosan.
Ia menegaskan kapasitas pembangkit yang dibangun merupakan kapasitas baru yang bersifat tambahan dan berbeda dari pasokan listrik untuk kebutuhan domestik Indonesia.
"Pada dasarnya, proyek ini menjadi katalis bagi industrialisasi hijau Indonesia. Interkoneksi dengan Singapura hanyalah salah satu bagian dari transformasi strategis yang jauh lebih besar. Dengan membangun interkoneksi ini, Indonesia bersama Singapura ingin menjadi penggerak utama ASEAN Power Grid. Kami ingin membuktikan bahwa dekarbonisasi kawasan dan pertumbuhan ekonomi bernilai tinggi dapat berjalan secara bersamaan," ujar Rosan.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.