IHSG Tersungkur 34,74% di Semester I, Ini Kata OJK
Performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang tahun 2026 terjerembab 34,74% secara year-to-date (ytd).“Hal ini dipengaruhi oleh berlanjutnya ketidakpastian global, persepsi investor atas kondisi dan kebijakan domestik, serta adanya penyesuaian atau rebalancing portfolio investor,” jelas Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi dalam paparan daring Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Juni 2026 pada Selasa (7/7/2026).
Hasan menjabarkan,IHSG di 30 Juni 2026 ditutup ke level 5.643,19 atau terkoreksi 7,9% dibandingkan level 6.127,38 pada 29 Mei 2026 secara bulanan atau month-to-month (mtm). Namun pada awal Juli 2026, OJK mencermati bahwa tekanan pasar terpantau merendah.
Selama Mei-Juni 2026, terdapat perubahan arus dana keluar (outflow) dengan total sebesar Rp53,97 triliun pada akhir Mei 2026 dan Rp73,61 triliun pada akhir Juni 2026.Dari sisi rata-rata nilai transaksi harian (RNTH), tercatat sebesar Rp22,23 triliun pada akhir Juni 2026, sementara di akhir Mei 2026 sebesar Rp22,86 triliun.“Investor asing pada periode tersebut membukukan net sale di saham senilai Rp19,63 triliun,” tutup Hasan dalam paparannya siang ini. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.