IHSG Masih Terkonsolidasi, Nilai Transaksi Harian Saham Turun Tipis ke Rp22,23 Triliun
Pasar saham domestik masih berada dalam fase konsolidasi pada Juni 2026, dipengaruhi berlanjutnya ketidakpastian global dan penyesuaian (rebalancing) portofolio investor. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 5.643,19, terkoreksi 7,90% secara bulanan (month to month/mtm) dan 34,74% secara tahun berjalan (year to date/ytd).
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fauzi, mengatakan indeks saham blue chip (LQ45) ditutup di level 553,11 atau turun 34,67% ytd. Sementara itu, indeks IDX80 berada di level 82,79 atau melemah 37,54% ytd.
Dari sisi likuiditas, rata-rata bid-ask spread di pasar saham domestik pada Juni 2026 tercatat sebesar 1,75%, dibandingkan 1,50% pada bulan sebelumnya. Sementara itu, Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) mencapai Rp22,23 triliun, sedikit lebih rendah dibandingkan Rp22,86 triliun pada tahun lalu. Investor asing juga membukukan net sell di pasar saham sebesar Rp19,63 triliun, meningkat dari Rp4,10 triliun pada Mei 2026.
"Di pasar obligasi, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada Juni 2026 ditutup pada level 429,85; terkoreksi 1,69 persen mtm atau 2,49 persen ytd," ucapnya dalam RDKB OJK Juni, Selasa (7/7/2026).
Hasan menambahkan, rata-rata yield Surat Berharga Negara (SBN) naik 40,00 basis poin (bps) secara bulanan dan 96,22 bps secara tahun berjalan, dipengaruhi oleh dinamika persepsi risiko akibat ketidakpastian global.
Di tengah pergerakan tersebut, minat investor asing terhadap SBN tetap positif. Hal itu tercermin dari net buy sebesar Rp22,43 triliun, meningkat dari Rp3,70 triliun pada Mei 2026. Sementara itu, pasar obligasi korporasi mencatat net sell asing sebesar Rp0,07 triliun, menyusut dibandingkan Rp0,20 triliun pada bulan sebelumnya. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.