Kacamatamoo Bidik 100 Gerai, Ekspansi ke Asia dan Bangun Ekosistem Layanan Kesehatan Mata
Kacamatamoo mulai memperluas jangkauan bisnisnya ke pasar internasional. Setelah memperkuat jaringan usaha di Indonesia, perusahaan optik lokal ini mengekspansi bisnis ke sejumlah negara di Asia sebagai bagian dari strategi pertumbuhan.
Didirikan pada 2019, Kacamatamoo telah melayani lebih dari 350.000 pelanggan, menjual lebih dari 1,3 juta frame dan lensa, serta mengoperasikan lebih dari 92 gerai di Indonesia.
“Dari 92 gerai yang telah beroperasi, sekitar 35 dimiliki langsung perusahaan, sementara sisanya dikelola bersama mitra,” kata Michael Oktowinadi, Founder Kacamatamoo, kepada SWA.co.id.
Ia menargetkan jumlah gerai Kacamatamoo mencapai 100 hingga akhir tahun, bergantung pada ketersediaan lokasi yang dinilai potensial. "Target tersebut akan kami capai secara bertahap sesuai peluang ekspansi yang ada," katanya.
Michael mengatakan ekspansi internasional mulai direalisasikan tahun ini. Kacamatamoo telah membuka gerai di India dan Malaysia serta bersiap hadir di Vietnam. “Tahun depan, perusahaan membidik ekspansi ke Filipina dan Thailand,” katanya.
Menurut Michael, Malaysia menjadi salah satu pasar yang prospektif karena memiliki daya beli lebih tinggi serta karakter konsumen yang dinilai serupa dengan Indonesia, terutama pada segmen keluarga muda dan perempuan berhijab yang selama ini menjadi basis pelanggan Kacamatamoo.
Ekspansi perusahaan ditopang model kemitraan. Investasi pembukaan satu gerai berkisar Rp1 miliar hingga Rp1,5 miliar. Michael memperkirakan setiap gerai baru rata-rata dapat mencapai titik impas (break even point) dalam waktu sekitar 22 bulan.
Saat ini, Kacamatamoo melayani sekitar 15.000 transaksi setiap bulan. Perusahaan membidik segmen menengah hingga menengah bawah dengan kisaran harga produk Rp100 ribu hingga Rp300 ribu. Alih-alih membuka gerai di pusat perbelanjaan, Kacamatamoo memilih berekspansi ke kawasan permukiman dan area komersial nonmal.
Strategi tersebut menjadi salah satu pembeda perusahaan dibandingkan pemain optik lain. "Gerai kami tidak ada yang di mal," tutur Michael.
Seiring ekspansi bisnis, Kacamatamoo juga memperluas fokus usahanya dari ritel kacamata menjadi penyedia layanan kesehatan penglihatan. “Kebutuhan masyarakat terus berkembang. Kacamatamoo juga harus bertransformasi menghadirkan layanan penglihatan yang lebih lengkap," tegas Michael.
Transformasi itu diwujudkan melalui kemitraan dengan Vio Optical Clinic untuk mengembangkan Vision Center, layanan kesehatan mata yang ditujukan bagi anak hingga dewasa.
"Kolaborasi ini akan memperluas edukasi dan akses masyarakat terhadap layanan vision care, terutama deteksi dini gangguan penglihatan," kata Andri Agus Syah, Founder Vio Optical Clinic.
Melalui kolaborasi tersebut, Kacamatamoo menggabungkan jaringan ritelnya dengan layanan klinis Vio Optical Clinic untuk membangun ekosistem layanan kesehatan penglihatan yang terintegrasi serta memperluas layanan kepada pelanggan. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.