EMMI Siapkan Pabrik Baru di Cikupa untuk Genjot Produksi Alat-Alat Kesehatan

EMMI Siapkan Pabrik Baru di Cikupa untuk Genjot Produksi Alat-Alat Kesehatan
Direktur Utama PT Esa Medika Mandiri Tbk, Florian Chris Widjaja usai peluncuran penawaran umum saham perdana (IPO) EMMI di Bursa Efek Indonesia, Rabu (8/7). (Foto: Nadia K.Putri/SWA)

PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) mulai mengeksekusi rencana ekspansi usaha setelah resmi mencatatkan saham perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia, Rabu (8/7/2026). Perseroan akan memanfaatkan dana hasil IPO untuk memperkuat kapasitas produksi melalui pembangunan fasilitas manufaktur baru di Cikupa, Tangerang, sekaligus memperbesar modal kerja.

Direktur Utama Esa Medika Mandirik, Florian Chris Widjaja, mengatakan pembangunan pabrik baru menjadi salah satu fokus utama penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham.

"Memang untuk pengembangan usaha kami. Salah satu penggunaan dana itu untuk membangun fasilitas baru di Cikupa, sedangkan selebihnya akan digunakan untuk modal kerja (working capital)," ujar Florian usai pencatatan saham perdana EMMI di Bursa Efek Indonesia, Rabu (8/7/2026).

Pabrik baru tersebut akan dibangun di atas lahan seluas sekitar 2.000 hingga 3.000 meter persegi dengan rencana konstruksi dua hingga tiga lantai. Fasilitas tersebut akan difokuskan untuk memproduksi barang medis habis pakai (BMHP), sehingga memperkuat lini bisnis manufaktur perseroan.

Florian menargetkan pembangunan dimulai pada akhir tahun ini dan membutuhkan waktu sekitar satu tahun. Dengan demikian, fasilitas tersebut diperkirakan mulai beroperasi pada kuartal III atau kuartal IV di 2027.

Saat ini, kapasitas produksi benang bedah EMMI mencapai 4 juta piece per tahun. Namun, karena lini produksi tersebut baru mulai beroperasi pada tahun ini, perusahaan menargetkan realisasi produksi sekitar 1 juta hingga 1,5 juta piece pada tahun pertama.

Dari sisi kinerja, Florian optimistis perseroan mampu mencapai target pertumbuhan pendapatan sekitar 10% sepanjang 2026. "Kami masih on track untuk mencapai target pertumbuhan tahun ini sekitar 10% dibandingkan tahun lalu," katanya.

Untuk mencapai target tersebut, EMMI akan memperluas pasar produk manufakturnya, terutama benang bedah, tidak hanya ke rumah sakit pemerintah tetapi juga rumah sakit swasta. Perseroan juga tetap mengandalkan proyek pengadaan dari Kementerian Kesehatan serta penjualan melalui sistem e-katalog pemerintah.

Florian mengungkapkan perusahaan telah mengamankan sejumlah kontrak penjualan, meski belum bersedia merinci nilai maupun jumlah proyek yang telah diperoleh.

Di sisi lain, perusahaan menilai pelemahan nilai tukar rupiah belum memberikan tekanan signifikan terhadap operasional. Pasalnya, kerja sama pengadaan bahan baku dilakukan dengan mitra di China menggunakan mata uang renminbi (RMB), dengan harga yang telah dikunci sejak awal tahun."Kami bekerja sama dengan principal dari China menggunakan RMB dan harga sudah kami lock sejak awal tahun," ujarnya.

Sebelumnya, EMMI resmi menghimpun dana sebesar Rp245,74 miliar melalui penawaran umum perdana saham dengan melepas 522,86 juta saham baru atau setara 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh pada harga Rp470 per saham. Minat investor terhadap IPO tersebut juga cukup tinggi dengan tingkat kelebihan permintaan (oversubscribe) mencapai sekitar 14 kali.

Berdasarkan prospektus, sekitar 72,3% dana IPO akan digunakan sebagai modal kerja untuk pembelian bahan baku maupun barang proyek, sekitar Rp50 miliar dialokasikan untuk pembayaran sebagian pokok pinjaman, sedangkan sekitar 6,4% digunakan sebagai belanja modal pembangunan pabrik baru di Cikupa.

EMMI saat ini menempati posisi sebagai penyedia alat kesehatan terintegrasi yang berfokus pada peralatan rumah sakit kritikal, seperti ruang operasi dan intensive care unit (ICU). Perseroan telah melayani lebih dari 200 rumah sakit dan institusi kesehatan di Indonesia, dengan mayoritas pelanggan berasal dari rumah sakit pemerintah.

Ke depan, pengembangan bisnis ke segmen barang medis habis pakai diharapkan dapat meningkatkan pendapatan berulang (recurring income), memperbaiki margin keuntungan, serta mengurangi ketergantungan terhadap proyek-proyek yang bersifat non-recurring. Dengan tambahan kapasitas produksi domestik dan jaringan distribusi nasional yang telah dimiliki, EMMI membidik peluang pertumbuhan industri alat kesehatan nasional yang masih terbuka lebar. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag