Strategi ICX Mengarungi Bisnis Securities Crowdfunding, Realisasikan Buyback Investor Rp71 Miliar

Strategi ICX Mengarungi Bisnis  Securities Crowdfunding, Realisasikan Buyback Investor  Rp71 Miliar
(Ilustrasi: dok.ICX)

Keberhasilan platform securities crowdfunding (SCF) tidak semata-mata diukur dari besarnya dana yang berhasil dihimpun atau jumlah penerbit yang terdaftar. Seiring berkembangnya industri, kemampuan penerbit memberikan jalan keluar (exit) kepada investor melalui mekanisme seperti buyback (pembelian kembali saham) mulai dipandang sebagai indikator penting dalam menilai kualitas sebuah platform.

Pandangan tersebut disampaikan manajemen Indonesia Crowdfunding Exchange (ICX), yang sebelumnya dikenal sebagai LandX. Manajemen ICX mengamati keberhasilan investasi jangka panjang semakin ditentukan oleh kemampuan penerbit memenuhi komitmen kepada investor setelah proses penghimpunan dana selesai.

ICX mencatat sebanyak 16 penerbit di platformnya telah merealisasikan mekanisme buyback dengan nilai kumulatif lebih dari Rp71 miliar per Juni 2026. Dana tersebut telah didistribusikan kepada 7.924 investor sebagai bagian dari proses exit investasi.

Direktur Utama Indonesia Crowdfunding Exchange, Romario Sumargo, mengatakan ICX selama dua tahun terakhir ini memprioritaskan penguatan tata kelola, manajemen risiko, dan proses kurasi penerbit dibandingkan mengejar pertumbuhan jumlah penerbit baru. Menurutnya, keputusan ICX yang hanya mendaftarkan satu penerbit baru sepanjang periode 2023–2026 merupakan bagian dari strategi rekalibrasi di tengah meningkatnya penegakan kepatuhan di industri SCF.

"Pada saat industri SCF memasuki era penegakan kepatuhan yang lebih ketat melalui fase penguatan integritas oleh regulator, langkah mitigasi yang telah kami lakukan sejak awal kini menjadi batu loncatan utama untuk berakselerasi," ujar Romario pada keterangannya yang dikutip SWA.co.id di Jakarta, Rabu (8/6/2026).

Ia menyampaikan strategi tersebut diharapkan menjadi landasan bagi perusahaan untuk memperluas penetrasi pasar pada paruh kedua 2026. Berdasarkan data ICX, dari total 46 penerbit yang pernah memperoleh pendanaan melalui platform tersebut, sebanyak 16 penerbit telah menyelesaikan komitmen buyback atau exit investasi secara penuh.

Perusahaan menyebut sektor makanan dan minuman (F&B) serta properti menjadi kontributor terbesar dalam realisasi buyback. Menurut ICX, keberhasilan tersebut didukung oleh pemanfaatan modal yang efisien setelah pendanaan, arus kas yang sehat, serta tata kelola perusahaan yang dinilai baik.

Secara kumulatif, ICX telah memfasilitasi penghimpunan dana sebesar Rp233 miliar dari sekitar 23.000 investor kepada 46 penerbit.Salah satu penerbit yang telah menyelesaikan buyback adalah Fitness Plus dengan nilai sekitar Rp9,1 miliar untuk tiga proyek. Selain itu, PT NMW Pratama Unggul yang mengelola NMW Aesthetic Clinic & Dermatology juga merealisasikan buyback senilai Rp10 miliar.

Di sisi lain, ICX mengungkapkan terdapat empat penerbit yang mengalami stagnasi operasional dan menghadapi kesulitan usaha. Sebagai tindak lanjut, satu penerbit telah berstatus delist, sementara tiga lainnya masih menjalani proses delisting serta penyelesaian hak investor sesuai ketentuan yang berlaku.

Perusahaan menilai keterbukaan terhadap kondisi penerbit menjadi bagian dari pengelolaan risiko yang diperlukan untuk menjaga kepercayaan investor di industri SCF.

Ke depan, ICX memproyeksikan industri securities crowdfunding akan semakin matang seiring meningkatnya literasi risiko investor. Dalam konteks tersebut, mekanisme exit investasi seperti buyback diperkirakan akan menjadi salah satu ukuran utama dalam menilai kredibilitas platform, melengkapi indikator konvensional seperti nilai penghimpunan dana dan jumlah penerbit yang bergabung. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag