Mirae Asset Pasang Target Harga CPIN Rp5.550, Nilai Saham Berpeluang Naik 81%

Mirae Asset Pasang Target Harga CPIN Rp5.550, Nilai Saham Berpeluang Naik 81%
Suasana kompleks pabrik Charoen Pokphand Indonesia (CPIN). Foto Charoen Pokphand Indonesia

Mirae Asset Sekuritas Indonesia mempertahankan rekomendasi Buy untuk saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dengan target harga Rp5.550 per saham. Target tersebut mencerminkan potensi kenaikan (upside) sekitar 81,4% dibandingkan harga penutupan Rp3.060 per saham pada 8 Juli 2026.

Analis Mirae Asset Sekuritas Andreas Saragih dalam riset bertajuk Poultry: Cyclical Trough Meets Policy Tailwind menyatakan pihaknya tetap memberikan rekomendasi Overweight untuk sektor perunggasan. Menurutnya, pelemahan harga ayam hidup (live bird) dan DOC (day-old chick) telah membawa industri ke titik siklus terendah, sementara intervensi pemerintah berpotensi menjadi katalis pemulihan pada semester II 2026.

Andreas menilai saat ini merupakan momentum yang tepat bagi investor untuk mulai membangun posisi investasi jangka panjang di sektor perunggasan. Selain prospek pemulihan harga ayam, ia juga memperkirakan emiten-emiten di sektor tersebut akan membukukan kinerja keuangan yang solid pada kuartal II 2026.

"Ini merupakan waktu yang tepat untuk membangun posisi jangka panjang di sektor ini, mengingat karakter industri yang bersifat siklikal dan sebagian besar sentimen negatif telah tercermin di pasar," tulis Andreas dalam risetnya.

Menurut Mirae Asset, tekanan harga ayam hidup dan DOC sepanjang Juni 2026 dipicu oleh lemahnya permintaan akibat penghentian sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah serta bulan Suro. Harga DOC rata-rata turun menjadi Rp3.488 per ekor, sedangkan harga broiler merosot menjadi Rp16.756 per kilogram, level terendah sejak April tahun lalu.

Prospek pemulihan mulai terlihat setelah pemerintah bersama pelaku industri menandatangani komitmen bersama pada 29 Juni 2026 untuk menstabilkan harga unggas. Kesepakatan tersebut menargetkan harga live bird di tingkat peternak kembali mencapai minimal Rp19.500 per kilogram paling lambat 15 Juli 2026 melalui percepatan distribusi dan peningkatan kapasitas rumah potong unggas (RPHU). Mirae Asset memperkirakan harga broiler akan mulai pulih seiring implementasi kebijakan tersebut serta berlanjutnya program MBG.

Di sisi lain, Andreas mengakui pemerintah berpotensi kembali memangkas anggaran program MBG pada 2026. Meski demikian, ia menilai dampaknya terhadap emiten perunggasan, termasuk CPIN, relatif terbatas. Penilaian tersebut didasarkan pada proyeksi anggaran MBG pada semester II 2026 yang masih stabil secara tahunan serta ekspektasi pertumbuhan anggaran sekitar 20% pada 2027.

Khusus untuk CPIN, Mirae Asset memproyeksikan laba bersih perseroan meningkat menjadi Rp6,04 triliun pada 2026, dari estimasi Rp5,64 triliun pada 2025, sebelum kembali naik menjadi Rp6,42 triliun pada 2027. Pendapatan diperkirakan mencapai Rp73,98 triliun pada 2026 dan meningkat menjadi Rp77,03 triliun pada 2027, dengan estimasi return on equity (ROE) sebesar 16,9% pada 2026.

Meski demikian, Mirae Asset mengingatkan terdapat sejumlah risiko yang dapat memengaruhi prospek sektor perunggasan. Risiko tersebut antara lain harga DOC dan broiler yang lebih rendah dari perkiraan, pemangkasan anggaran MBG yang lebih besar dari estimasi, serta kenaikan biaya bahan baku yang melampaui proyeksi. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag