COCO Rights Issue Rp1,28 Triliun, Mayoritas untuk Akuisisi Pemilik Momogi

PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) (Foto: dok.COCO)
Aktivitas di PT Wahana Interfood Nusantara Tbk. (Foto: COCO)

PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) akan menggelar Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) III atau right issue dengan target menghimpun dana maksimal sekitar Rp1,28 triliun. Dana hasil aksi korporasi tersebut akan digunakan untuk mendukung ekspansi usaha dan memperkuat modal kerja perseroan.

Dalam aksi korporasi ini, COCO akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 10,68 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham. Jumlah tersebut setara dengan maksimal 75% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PMHMETD III. Harga pelaksanaan ditetapkan sebesar Rp120 per saham, sehingga dana yang berpotensi dihimpun mencapai sekitar Rp1,281 triliun.

Setiap pemegang satu saham lama yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada 10 Juli 2026 berhak memperoleh tiga Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Setiap satu HMETD memberikan hak untuk membeli satu saham baru dengan harga pelaksanaan Rp120 per saham. Periode perdagangan sekaligus pelaksanaan HMETD berlangsung pada 14–21 Juli 2026.

Pemegang saham pengendali, Mahogany Global Investment Pte. Ltd., yang menguasai 51,32% saham perseroan, telah menyatakan komitmennya untuk melaksanakan seluruh haknya dalam PMHMETD III. Mahogany juga akan bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer) atas saham baru yang tidak diambil oleh pemegang HMETD lainnya.

Selain saham baru, perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 355,95 juta Waran Seri I. Setiap pembelian 30 saham baru akan memperoleh satu waran secara cuma-cuma. Apabila seluruh waran tersebut dieksekusi, perseroan berpotensi memperoleh tambahan dana sekitar Rp284,76 miliar.

Sebagian besar dana hasil right issue, yakni sekitar Rp1,174 triliun, akan digunakan untuk mendanai rencana pengambilalihan PT Sari Murni Abadi, pemilik merek makanan ringan Momogi.

Sisa dana akan digunakan sebagai modal kerja operasional, antara lain untuk pembelian bahan baku dan bahan kemasan, riset dan pengembangan, pemasaran, ekspansi pasar, serta peningkatan keamanan operasional.

Adapun dana yang diperoleh dari pelaksanaan Waran Seri I akan digunakan untuk memperkuat modal kerja, termasuk pembelian bahan baku dari pemasok, biaya pemasaran, pengembangan produk, logistik dan distribusi, digitalisasi operasional, serta kebutuhan operasional lainnya. Perseroan menyatakan, apabila dana hasil PMHMETD III belum mencukupi, kebutuhan pendanaan akan dipenuhi melalui kas internal maupun fasilitas pembiayaan dari perbankan dan lembaga keuangan.

Kinerja keuangan

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2025, COCO membukukan penjualan bersih sebesar Rp165,08 miliar, meningkat tipis dibandingkan Rp161,09 miliar pada 2024. Namun, rugi bersih perseroan melebar menjadi Rp250,86 miliar dari Rp52,56 miliar pada tahun sebelumnya.

Di sisi neraca, total aset meningkat menjadi Rp542,27 miliar dari Rp439,78 miliar. Sementara itu, total liabilitas naik menjadi Rp429,48 miliar dan ekuitas tercatat sebesar Rp112,79 miliar. Dalam prospektus, perseroan juga mengungkapkan sejumlah rasio keuangan yang menunjukkan tekanan terhadap profitabilitas di tengah meningkatnya beban usaha, meskipun total aset bertumbuh. Perseroan menyatakan tambahan modal dari right issue diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan, mendukung ekspansi, serta memenuhi kebutuhan modal kerja guna menunjang kinerja operasional pada periode mendatang. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag