RANS Lepas Bisnis Sepak Bola, Sutanto: Investor Cari Pertumbuhan dan Profit

Manajemen dan shareholder RANS berfoto di depan layar yang menampilkan RANS sebagai perusahaan terbuka di BEI. (foto M. Ubaidillah/SWA)
Manajemen dan shareholder RANS berfoto di depan layar yang menampilkan RANS sebagai perusahaan tercatat di BEI. (Foto: M. Ubaidillah/SWA)

Perusahaan milik Raffi Ahmad, PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS), melakukan divestasi atas bisnis sepak bola. Hal tersebut diungkapkan Managing Director Emtek Group, Sutanto Hartono, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (10/7/2026).

Sutanto, yang juga merupakan salah satu pemegang saham RANS, mengatakan investor menginginkan pertumbuhan (growth) dan profitabilitas (profit margin). Karena itu, apabila ada lini bisnis yang dinilai kurang menguntungkan atau tidak memiliki prospek, perusahaan akan memilih untuk menutup atau melepasnya. "Ini sudah dilakukan," ujarnya.

Sebagai contoh, Sutanto menyebut Raffi Ahmad sebelumnya memiliki klub sepak bola RANS Nusantara FC karena hobi terhadap sepak bola. Namun, menurutnya, mengelola klub sepak bola, terutama yang berlaga di Liga 1, terbukti sangat sulit.

"Ini tidak hanya dialami oleh RANS FC tetapi juga cukup banyak klub yang lainnya. Sehingga di sini setelah dievaluasi keputusannya adalah oke untuk RANS sebaiknya tidak masuk di bisnis sepak bola, nah itu kita divestasikan, tapi tentu saja itu menimbulkan penurunan daripada revenue," ungkapnya.

Meski demikian, Sutanto tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai nilai maupun porsi divestasi RANS di RANS Nusantara FC.

RANS Nusantara FC sebelumnya bernama Cilegon United FC. Klub tersebut diakuisisi Raffi Ahmad bersama Rudy Salim pada 2021, kemudian berganti nama menjadi RANS Nusantara FC pada 2022. Klub ini berlaga di Liga 1 selama dua musim, yakni 2022–2023 dan 2023–2024, sebelum terdegradasi ke Liga 3 pada musim 2024–2025. Pada musim 2025–2026, RANS Nusantara FC menjuarai Liga Nusantara sehingga berhak promosi kembali ke Liga 2 pada musim berikutnya. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag