IBS Tower, STP Tower, Protelindo, Iforte, dan BIT Teknologi Nusantara Raih Pinjaman Rp1,5 Triliun dari Bank Mizuho

IBS Tower, STP Tower, Protelindo, Iforte, dan BIT Teknologi Nusantara Raih Pinjaman Rp1,5 Triliun dari Bank Mizuho
Ilustrasi menara telekomunikasi yang dikelola PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Foto oleh Sarana Menara Nusantara Tbk

PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST), PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR), PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), PT Iforte Solusi Infotek (Iforte), PT BIT Teknologi Nusantara (BIT), dan PT Iforte Energi Nusantara (IFEN) memperoleh fasilitas pinjaman bergulir (revolving loan) dari PT Bank Mizuho Indonesia dengan nilai maksimum Rp1,5 triliun.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dipublikasikan Sabtu (11/7/2026), IBST menyatakan fasilitas tersebut merupakan transaksi afiliasi sekaligus transaksi material karena seluruh pihak yang terlibat berada dalam satu kelompok usaha.

"Berdasarkan perjanjian fasilitas, Protelindo memberikan jaminan perusahaan untuk menjamin pelaksanaan seluruh kewajiban berdasarkan perjanjian fasilitas," jelas Sekretaris Perusahaan PT Inti Bangun Sejahtera Tbk, Suciratin, dalam keterbukaan informasi BEI.

Perseroan menjelaskan, fasilitas kredit tersebut pertama kali disepakati pada 9 Desember 2022. Para peminjam kemudian memperpanjang jangka waktu fasilitas kredit sesuai kesepakatan terbaru.

Meski tergolong transaksi afiliasi, perseroan menegaskan transaksi tersebut bukan merupakan transaksi benturan kepentingan sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 42.

Dalam keterbukaan informasi itu dijelaskan, Protelindo memiliki 99,99% saham Iforte sekaligus menjadi pemegang saham tidak langsung IBST melalui Iforte. Sementara itu, Iforte menguasai 99,95% saham yang ditempatkan dan disetor penuh di IBST.

Adapun SUPR merupakan anak usaha Protelindo yang 99,91% sahamnya dimiliki secara langsung maupun tidak langsung oleh Protelindo. BIT dimiliki secara tidak langsung 100% oleh Protelindo, sedangkan IFEN dimiliki langsung oleh Iforte sebesar 99,96%.

Perseroan juga menyatakan fasilitas pinjaman tersebut tidak menimbulkan dampak negatif yang material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha IBST dan SUPR.

"Struktur pemberian fasilitas akan memungkinkan para peminjam memperoleh pembiayaan dengan syarat dan kondisi yang lebih baik," tutup Suciratin dalam keterbukaan informasi tersebut.

Pada perdagangan Jumat (10/7/2026), saham IBST ditutup menguat 9,71% ke level Rp8.475, sedangkan saham SUPR stagnan di Rp43.850. Berdasarkan data TradingView, kedua saham tersebut masih berada dalam status suspensi oleh BEI.

Sementara itu, saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), induk Protelindo, ditutup naik 1,09% ke level Rp372. Volume perdagangan mencapai 19,65 juta saham dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp21,62 triliun. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag