INAF, WIKA, dan WSKT Masuk Daftar Potensi Delisting, BEI Soroti Perlindungan Investor
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menegaskan BEI telah memuat PT Indofarma Tbk (INAF), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) dalam daftar emiten yang berpotensi mengalami penghapusan pencatatan (delisting). Menurutnya, proses tersebut juga mempertimbangkan perlindungan bagi investor ritel.
"Tentu kami harus mencermati itu, tidak hanya sekadar delisting, tetapi bagaimana perlindungan terhadap investor ritelnya bisa dilaksanakan juga," ujar Jeffrey kepada awak media di Gedung BEI, Jakarta, Senin (13/7/2026).
Dalam laporan Potensi Delisting yang dipublikasikan melalui keterbukaan informasi pada 30 Juni 2026, ketiga emiten BUMN tersebut masuk dalam daftar perusahaan yang berpotensi dihapus pencatatannya.
Kepala Divisi Peraturan dan Layanan Perusahaan Tercatat BEI, Teuku Fahmi Ariandar, menjelaskan dalam laporan tersebut bahwa saham INAF telah mengalami penghentian sementara perdagangan (suspensi) selama 24 bulan sejak 2 Juli 2024.
Sementara itu, saham WIKA telah disuspensi selama 16 bulan sejak 18 Februari 2025. Adapun saham WSKT telah disuspensi selama 28 bulan sejak 8 Mei 2023. Ketiga saham tersebut juga tercatat di Papan Pemantauan Khusus.
Berdasarkan data perdagangan BEI, saham INAF terakhir diperdagangkan pada 1 Juli 2024 dengan harga penutupan Rp126. Saat itu, volume transaksi mencapai 30.900 saham, nilai transaksi Rp3,89 juta, dan frekuensi transaksi sebanyak 17 kali.
Saham WIKA terakhir diperdagangkan pada 15 Desember 2023 dengan harga penutupan Rp204. Volume transaksinya mencapai 618,52 juta saham dengan nilai transaksi Rp161,40 miliar dan frekuensi 33.491 kali.
Adapun saham WSKT terakhir diperdagangkan pada 5 Mei 2023 dengan harga penutupan Rp202. Volume transaksi tercatat 18,55 juta saham, nilai transaksi Rp3,75 miliar, dan frekuensi transaksi sebanyak 1.826 kali. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.