Industri Blockchain Buka Peluang bagi Profesional Lintas Industri
Ketidakpastian ekonomi masih menekan pasar tenaga kerja. Di tengah 23.470 kasus PHK yang tercatat sepanjang Januari–Mei 2026, pertumbuhan industri blockchain dan aset digital justru mendorong permintaan tenaga kerja di bidang teknologi, kepatuhan, manajemen risiko, pemasaran, hingga pengembangan bisnis.
CEO Upbit Indonesia Resna Raniadi mengatakan transformasi digital telah mengubah peta kebutuhan talenta. Dunia usaha kini tidak lagi hanya mengutamakan kemampuan teknis, tetapi juga mencari profesional yang adaptif, berpikir kritis, serta memiliki pemahaman mengenai teknologi baru seperti blockchain dan aset digital.
Menurut Resna, seiring semakin kuatnya kerangka regulasi aset keuangan digital di Indonesia, permintaan terhadap talenta di bidang kepatuhan, tata kelola, manajemen risiko, hingga perlindungan konsumen juga terus meningkat.
Ia menilai pertumbuhan industri aset digital tidak hanya ditopang oleh inovasi teknologi, tetapi juga oleh tenaga profesional dari berbagai disiplin yang mampu menjembatani aspek bisnis, regulasi, dan operasional.
Resna mengatakan pengalaman yang diperoleh di industri konvensional tetap memiliki nilai strategis di ekosistem aset digital. Kompetensi di bidang kepatuhan (compliance), audit, hukum, keuangan, pemasaran, maupun pengalaman pelanggan (customer experience) dinilai dapat menjadi bekal untuk berkarier di industri tersebut.
Namun, menurutnya, pengalaman saja tidak cukup. Kesiapan berkarier di era blockchain dan Web3 juga ditentukan oleh kemauan untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi.
Dengan semakin luasnya akses terhadap edukasi, komunitas, dan pelatihan, peluang membangun karier di industri aset digital pun dinilai semakin terbuka.
Sebagai pedagang aset keuangan digital yang berizin dan berada di bawah pengawasan OJK, Upbit Indonesia menjalankan berbagai program pengembangan talenta melalui seminar, workshop, campus roadshow, serta kolaborasi dengan perguruan tinggi dan komunitas di berbagai daerah.
Resna menilai masa depan ekosistem blockchain tidak hanya bergantung pada inovasi teknologi, tetapi juga kualitas sumber daya manusia. Karena itu, Upbit Indonesia terus memperluas akses edukasi dan pengembangan kompetensi untuk mendukung lahirnya talenta yang mampu memenuhi kebutuhan industri aset digital di Indonesia. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.