Tersengat Katalis S&P, IHSG Berpeluang Melanjutkan Reli

Tersengat Katalis S&P, IHSG Berpeluang Melanjutkan Reli
Ilustrasi gedung kantor pusat Aneka Tambang Tbk atau Antam (ANTM) di Jakarta. Foto oleh Aneka Tambang Tbk

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berpotensi naik kembali jika menembus level 6.050 poin dengan target di 6.150 short term. "Katalisnya adalah S&P tetapkan stable outlook untuk Indonesia," ujar Fanny Suherman, analis PT BNI Sekuritas pada risetnya di Jakarta, Selasa (14/7/2026).

S&P Global Ratings mempertahankan peringkat utang (sovereign credit rating) Indonesia di level BBB dengan outlook Stable serta peringkat jangka pendek A-2. S&P menilai pelemahan kondisi fiskal dan eksternal Indonesia bersifat sementara, dipicu oleh tingginya harga energi, suku bunga global, pelemahan rupiah, dan meningkatnya ketidakpastian kebijakan.

Tim periset PT Kiwoom Sekuritas Indonesia menjabarkan lembaga tersebut memperkirakan fundamental Indonesia akan membaik seiring kenaikan harga komoditas, pemulihan penerimaan negara, serta implementasi kebijakan yang lebih konsisten, termasuk optimalisasi pengelolaan sektor sumber daya alam.

S&P menegaskan keyakinannya bahwa pemerintah akan tetap menjaga batas defisit APBN di bawah 3% PDB (produk domestik bruto) sebagai jangkar utama kebijakan fiskal. Konfirmasi peringkat ini menjadi sentimen positif bagi pasar karena mencerminkan kepercayaan lembaga pemeringkat terhadap ketahanan fundamental ekonomi Indonesia di tengah tantangan global.

Di sisi lain, kalangan dunia usaha memproyeksikan sektor industri Indonesia akan membaik secara bertahap pada semester II-2026, meski masih dibayangi ketidakpastian global akibat dinamika geopolitik. Apindo menyatakan pelaku usaha tetap menerapkan cautious optimism, seiring mulai meredanya tekanan harga energi dan biaya logistik. Namun, sejumlah indikator domestik masih menunjukkan moderasi aktivitas industri, tercermin dari PMI Manufaktur Juni yang berada di level 46,9, penurunan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) menjadi 52,90, serta melemahnya Indeks Penjualan Riil (IPR).

Selain itu, lemahnya permintaan ekspor dan belum pulihnya rantai pasok global masih menjadi tantangan utama. Oleh karena itu, meskipun prospek ekonomi Indonesia tetap didukung oleh stabilitas makro dan kredibilitas fiskal, percepatan pemulihan sektor riil masih sangat bergantung pada stabilitas geopolitik, perbaikan permintaan global, penguatan daya beli domestik, percepatan investasi, deregulasi, serta kepastian kebijakan pemerintah.

Kiwoom Sekuritas mengamati IHSG secara teknikal berhasil menembus resistance terdekat sekaligus kembali bergerak di atas EMA10 dan EMA20, mengindikasikan tekanan jual mulai mereda serta membuka peluang berlanjutnya tren naik jangka pendek.

Selama mampu bertahan di atas area breakout, IHSG berpotensi melanjutkan penguatan menuju kisaran 6.121–6.171. Apabila mampu menembus area tersebut, penguatan berpotensi berlanjut menuju resistance dinamis EMA50 di sekitar 6.285. Sementara itu, support terdekat berada di 5.987 dan 5.949, dengan support kuat berikutnya di 5.898 apabila tekanan jual kembali meningkat. RSI (14) naik ke 50,9 dan berhasil kembali ke atas level 50, mengindikasikan momentum bullish mulai menguat.

Kiwoom Research menyarankan investor tetap mengikuti tren (trend following) dengan menerapkan trailing stop untuk menjaga profit yang telah terbentuk. Penambahan posisi (averaging up) dapat dilakukan secara bertahap apabila IHSG mampu mempertahankan momentum di atas area breakout dan melanjutkan penguatan menuju resistance 6.121–6.171 poin.

IHSG, pada Senin kemarin, ditutup menguat 1,92% ke level 6.037,84 setelah bergerak di kisaran 5.898,15–6.037,84. Meski indeks menguat, investor asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp412,50 miliar di pasar reguler dan Rp437,66 miliar di seluruh pasar (all market), sehingga akumulasi jual bersih sepanjang tahun meningkat menjadi Rp91,00 triliun. Aksi jual asing terutama terjadi pada BBCA, MAPI, ASII, TINS, dan DEWA, sementara pembelian bersih tercatat pada TPIA, BRPT, BMRI, BRMS, dan BUMI.

Berikut rekomendasi saham dari Kiwoom Sekuritas;

ANTM

Entry buy : Rp2.880 – 2.950

Target harga : Rp3.150 – 3.310

Support : Rp2.760 – 2.820

Cut loss : Rp2.740

BRMS

Entry buy : Rp525 – 535

Target harga : Rp600 – 625

Support : Rp496 – 510

Cut loss : Rp492

BUMI

Entry buy : Rp146 – 150

Target harga : Rp157 – 168

Support : Rp139 – 142

Cut loss : Rp137

ERAA

Entry Buy : 348 – 354

Target Price : 372 – 384

Support : 336 – 344

Cut loss : 334

Support IHSG: 5970-6000

Resist IHSG: 6100-6150

Adapun trading Idea hari ini: BRPT, TPIA, BUMI, MINA, AMMN, dan CDIA

BRPT : Spec Buy dengan area beli di 1735-1750, cutloss di bawah 1720. Target dekat di 1780-1800.

TPIA : Spec Buy dengan area beli di 1870-1890, cutloss di bawah 1870. Target dekat di 1920-1975.

BUMI : Spec Buy dengan area beli di 145-147, cutloss di bawah 140. Target dekat di 150-152.

MINA : Spec Buy dengan area beli di 272-276, cutloss di bawah 270. Target dekat di 282-292.

AMMN : Spec Buy dengan area beli di 3700-3780, cutloss di bawah 3680. Target dekat di 3850-3900.

CDIA : Spec Buy dengan area beli di 625-635, cutloss di bawah 620. Target dekat di 645-660. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag