Indonesia Re Ajak Industri Asuransi Jaga Disiplin Underwriting di Tengah Soft Market

Indonesia Re menyelenggarakan Sharing Session with Ceding Companies di Madiun, Jawa Timur. (Istimewa)

Perubahan lanskap industri asuransi menuntut pelaku usaha semakin adaptif sekaligus memperkuat kolaborasi. Menjawab kebutuhan tersebut, PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re menggelar forum berbagi wawasan bersama perusahaan asuransi sebagai ruang diskusi strategis untuk membaca arah pasar, bertukar perspektif, dan mempererat sinergi industri.

Forum tersebut membahas perkembangan pasar reasuransi umum pada 2026 di berbagai lini bisnis, mulai dari property, engineering, marine, hingga casualty. Dalam kesempatan itu, Indonesia Re mengajak seluruh perusahaan asuransi (ceding companies) untuk tetap menjaga disiplin underwriting di tengah kondisi soft market.

Direktur Teknik dan Operasi Indonesia Re Delil Khairat mengatakan kondisi soft market menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi industri reasuransi. Di satu sisi, kondisi tersebut menguntungkan bagi pembeli proteksi. Namun, di sisi lain, tekanan terhadap pelaku reasuransi sebagai penyedia kapasitas semakin meningkat.

Delil menambahkan, premi asuransi umum pada kuartal I/2026 masih tumbuh sekitar 1,92% secara tahunan. Namun, pertumbuhan tersebut belum mampu mengimbangi kenaikan klaim yang terjadi di hampir seluruh lini bisnis.

Selain itu, peningkatan premi secara nominal juga masih relatif terbatas dibandingkan dengan inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Industri pun masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti penetrasi asuransi yang stagnan, tingginya expense ratio, serta persaingan yang semakin ketat.

Menurut Delil, pertumbuhan bisnis tidak cukup hanya mengejar kenaikan premi, tetapi juga harus diimbangi dengan kualitas seleksi risiko. Lonjakan klaim yang lebih cepat dibandingkan pertumbuhan premi, ditambah tingginya biaya operasional, menjadi pengingat bagi industri untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan profitabilitas.

Selain menjadi forum diskusi, kegiatan ini juga dimanfaatkan Indonesia Re untuk menyampaikan underwriting guidance, risk appetite, parameter akseptasi, serta perspektif teknis guna mendorong praktik underwriting yang lebih konsisten dan prudent.

Melalui inisiatif tersebut, Indonesia Re menegaskan bahwa penguatan kapabilitas teknis dan disiplin underwriting merupakan fondasi penting dalam menjaga ketahanan industri reasuransi.

Di tengah dinamika risiko dan tekanan pasar yang terus berkembang, kolaborasi serta peningkatan kualitas pengelolaan risiko dinilai menjadi kunci untuk menciptakan industri reasuransi yang lebih sehat, kompetitif, dan berkelanjutan. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag