Anak Usaha Tower Bersama Infrastructure (TBIG) Tambah Segmen Bisnis, Mengapa?
Perusahaan terkendali PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), PT Tower Bersama (TB), berencana menambah kegiatan usaha berupa Aktivitas Jasa Gerbang Akses Internet (Network Access Point/NAP) dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 61107.
Selama ini PT Tower Bersama mengoperasikan menara telekomunikasi dan micro cell pole yang disewakan kepada operator telekomunikasi melalui kontrak jangka panjang.
Dalam prospektus yang dipublikasikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (16/7/2026), manajemen menjelaskan bahwa bisnis NAP berfungsi sebagai penghubung antara jaringan distribusi internet lokal dengan jaringan backbone internet internasional.
Layanan ini ditujukan untuk mendukung akses internet berbasis protokol internet (IP) bagi pelanggan bisnis, terutama Internet Service Provider (ISP), korporasi, dan institusi melalui skema business-to-business (B2B).
"Manajemen sering kali mendapatkan kebutuhan pelanggan yang tidak hanya berupa penyewaan menara, tetapi juga kebutuhan konektivitas yang lebih luas, seiring meningkatnya kebutuhan layanan infrastruktur jaringan fixed broadband bagi perusahaan maupun individu," tulis manajemen TBIG dalam prospektus.
Perseroan menilai model bisnis NAP akan dikembangkan sebagai penyedia layanan wholesale IP transit. Pengembangan tersebut didukung oleh aset yang telah dimiliki Grup Tower Bersama, antara lain jaringan serat optik sepanjang sekitar 60.000 kilometer, menara telekomunikasi, pusat data (data center), serta anak usaha yang bergerak di bidang ISP.
Selain itu, perseroan juga memiliki captive market internal dengan target pelanggan ISP Tier 2 dan Tier 3 serta segmen korporasi. Menurut manajemen, pengembangan bisnis NAP tidak memerlukan pembentukan perusahaan baru maupun investasi tambahan dalam jumlah besar.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, TBIG akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan pada 24 Agustus 2026. Saat ini, PT Tower Bersama masih menyelesaikan proses perizinan serta perubahan anggaran dasar.
Perseroan meyakini penambahan lini usaha tersebut akan memberikan dampak positif terhadap keberlangsungan bisnis dan kinerja keuangan, baik bagi PT Tower Bersama maupun TBIG, melalui peningkatan pendapatan dan aset.
Sebagai bagian dari proses tersebut, TBIG menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Martokoesoemo, Pakpahan dan Rekan untuk menyusun studi kelayakan. Berdasarkan hasil penilaian, ekspansi ke bisnis NAP dinilai layak karena berpotensi memberikan tingkat pengembalian yang lebih tinggi.
"Dengan mempertimbangkan akses Perseroan terhadap pangsa pasar yang cukup kuat, pengalaman Grup dalam industri, serta potensi sinergi dari kapasitas yang telah dimiliki, penambahan kegiatan usaha Aktivitas Jasa Gerbang Akses Internet dinilai layak," tulis KJPP dalam prospektus.
Pada perdagangan Kamis (16/7/2026), saham TBIG ditutup melemah 1,72% menjadi Rp1.430 dari sebelumnya Rp1.455.
Berdasarkan data BEI, kapitalisasi pasar TBIG mencapai sekitar Rp32,3 triliun. Volume perdagangan tercatat sebanyak 504.400 saham dengan nilai transaksi Rp722,1 juta dan frekuensi transaksi 225 kali. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.