Bybit Luncurkan Bybit Indonesia Usai Akuisisi Mayoritas PT Enkripsi Teknologi Handal (NOBI)

Lawrence Samantha, CEO Bybit Indonesia. (dok. istimewa)
Lawrence Samantha, CEO Bybit Indonesia. (Istimewa)

Exchange crypto asal Uni Emirat Arab, Bybit, resmi meluncurkan platform yang beroperasi secara lokal di Indonesia setelah mengakuisisi mayoritas saham PT Enkripsi Teknologi Handal. Melalui langkah tersebut, Bybit Indonesia kini menjadi entitas lokal yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pada tahap awal operasional, Bybit Indonesia akan menghadirkan lebih dari 500 pasangan (pairs) aset kripto. Platform ini didukung likuiditas tingkat institusional, sistem pengawasan pasar, serta pengendalian risiko yang disesuaikan dengan ketentuan regulator di Indonesia dan standar operasional global Bybit.

Perseroan menyatakan peluncuran produk dan layanan akan dilakukan secara bertahap sesuai ketentuan yang berlaku. Setiap pengembangan layanan akan disertai pemberitahuan kepada pengguna serta mekanisme perlindungan konsumen.

Bybit Indonesia dipimpin oleh tim manajemen lokal yang bertugas memastikan kepatuhan terhadap regulasi sekaligus memahami karakteristik pasar domestik. Jajaran manajemen tersebut terdiri atas Lawrence Samantha sebagai CEO, Dionisius Evan sebagai COO, dan Steven Gotama sebagai CMO. Lawrence dan Dionisius sebelumnya merupakan bagian dari tim manajemen senior NOBI.

CEO Bybit Indonesia Lawrence Samantha mengatakan akuisisi tersebut memungkinkan perusahaan menggabungkan kapabilitas global Bybit dengan pengalaman tim lokal yang memahami pasar dan lanskap regulasi Indonesia.

"Akuisisi ini memungkinkan kami memadukan kapabilitas global Bybit dengan tim lokal yang berpengalaman serta memahami betul pasar serta lanskap regulasi di Indonesia. Fokus kami adalah pada operasional yang disiplin, komunikasi yang jelas, dan transisi yang terencana bagi pengguna NOBI. Kami akan memperkenalkan produk secara bertahap, sesuai dengan persyaratan OJK, dan menjadikan penerapan tanggung jawab dan transparansi dalam melayani pengguna di Indonesia sebagai tolak ukur keberhasilan kami," kata Lawrence.

Sementara itu, Co-founder dan CEO Bybit Ben Zhou menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan industri aset digital. Menurutnya, pertumbuhan industri hanya dapat berlangsung secara berkelanjutan apabila diiringi kepatuhan terhadap regulasi dan tata kelola yang bertanggung jawab.

"Indonesia merepresentasikan peluang yang signifikan bagi industri aset digital, namun pertumbuhan yang berkelanjutan hanya dapat terwujud melalui penyelarasan regulasi dan operasional yang bertanggung jawab. Bybit Indonesia mencerminkan komitmen kami untuk berkolaborasi secara konstruktif dengan otoritas lokal, menghormati kerangka regulasi nasional, serta membangun platform yang mengutamakan perlindungan pengguna, transparansi, dan integritas pasar dalam jangka panjang," ujarnya.

Selain mengembangkan layanan perdagangan aset digital, Bybit Indonesia juga akan menjalankan berbagai program literasi melalui inisiatif Bybit Learn. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai aset digital sekaligus mendorong penggunaan layanan kripto secara bertanggung jawab. Perusahaan menyatakan akan menggabungkan standar internasional dengan pemahaman terhadap kondisi pasar lokal guna mendukung perkembangan ekosistem aset digital di Indonesia. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag