Kinerja Manis Fore Coffee pada Semester I/2026: Penjualan Tembus Rp1 Triliun, Laba Bersih Naik 34%
PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) membukukan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp56,48 miliar pada semester I/2026. Capaian tersebut meningkat 34,39% dibandingkan laba bersih sebesar Rp42,03 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (20/7/2026), laba per saham dasar FORE turut meningkat menjadi Rp6,33 per saham, dari Rp5,58 per saham pada semester I/2025.
Pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh lonjakan penjualan bersih yang menembus Rp1 triliun pada semester I/2026, naik 51,71% dibandingkan Rp662,37 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kontributor terbesar berasal dari penjualan minuman yang mencapai Rp1,02 triliun, meningkat dari Rp688,19 miliar. Sementara itu, penjualan makanan naik menjadi Rp138,18 miliar dari Rp71,45 miliar, sedangkan segmen lain-lain bertambah menjadi Rp5,95 miliar dari Rp3,21 miliar.
Di sisi lain, diskon penjualan dan potongan lainnya juga meningkat menjadi Rp163,10 miliar dari Rp100,49 miliar pada semester I/2025. Perseroan menjelaskan, pos tersebut mencakup perubahan jumlah poin loyalitas pelanggan beserta penggunaannya selama periode berjalan.
Sejalan dengan peningkatan penjualan, beban pokok penjualan turut naik 51,28% menjadi Rp382,91 miliar dari Rp253,11 miliar. Meski demikian, laba bruto tetap tumbuh 51,98% menjadi Rp622,01 miliar dibandingkan Rp409,26 miliar pada semester I/2025.
Dari sisi operasional, total beban usaha meningkat 48,45% menjadi Rp539,80 miliar dari Rp363,61 miliar. Kenaikan tersebut terutama dipicu oleh beban penjualan yang mencapai Rp446,97 miliar, naik dari Rp298,38 miliar. Sementara itu, beban umum dan administrasi bertambah menjadi Rp92,83 miliar dari Rp65,23 miliar.
Meski beban operasional meningkat, FORE mampu mencatatkan laba operasional sebesar Rp82,20 miliar atau melonjak 80,10% dibandingkan Rp45,64 miliar pada semester I/2025.
Pada sisi neraca, total aset perseroan tercatat sebesar Rp1,25 triliun hingga akhir Juni 2026, meningkat 8,55% dibandingkan Rp1,16 triliun pada akhir Juni tahun sebelumnya.
Total liabilitas naik 8,77% menjadi Rp521,68 miliar dari Rp479,58 miliar. Sementara itu, ekuitas meningkat 8,39% menjadi Rp737,69 miliar dibandingkan Rp680,58 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Berdasarkan wilayah pemasaran, Indonesia masih menjadi kontributor utama pendapatan perseroan. Penjualan di pasar domestik mencapai Rp994,73 miliar pada semester I/2026, meningkat dari Rp656,01 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Di luar negeri, penjualan di Singapura juga menunjukkan pertumbuhan menjadi Rp10,19 miliar dari Rp6,35 miliar pada semester I/2025.
Menjelang jeda perdagangan sesi pertama, saham FORE sempat melemah 0,82% ke level Rp605. Namun, hingga pukul 11.20 WIB saham kembali diperdagangkan di kisaran Rp610, atau setara dengan harga pembukaannya pada perdagangan hari itu.
Berdasarkan data TradingView, volume transaksi saham FORE mencapai 38,22 juta saham dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp5,44 triliun. Data perdagangan tersebut masih bergerak dinamis hingga jeda sesi pertama Bursa Efek Indonesia pada pukul 12.00 WIB. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.