Kredit Baru Perbankan Melonjak pada Kuartal II/2026, BI Prediksi Tetap Tumbuh

Ilustrasi rupiah. Bank Indonesia melaporkan penyaluran kredit baru perbankan pada kuartal II/2026 meningkat dengan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) mencapai 93,08%. (Istimewa)
Ilustrasi rupiah. Bank Indonesia melaporkan penyaluran kredit baru perbankan pada kuartal II/2026 meningkat dengan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) mencapai 93,08%. (Istimewa)

Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit baru perbankan pada kuartal II/2026 meningkat signifikan dibandingkan kuartal sebelumnya. Hal ini tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kredit baru yang mencapai 93,08%, naik tajam dari 38,74% pada kuartal I/2026.

Direktur Eksekutif BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, pertumbuhan kredit baru terjadi pada seluruh jenis penggunaan. Peningkatan tersebut tercermin dari naiknya SBT pada Kredit Modal Kerja, Kredit Investasi, dan Kredit Konsumsi.

"Pada kuartal III/2026, penyaluran kredit baru diprakirakan tetap tumbuh dengan SBT sebesar 84,65%," ujar Ramdan.

Meski penyaluran kredit meningkat, BI mencatat perbankan menerapkan standar pemberian kredit yang lebih ketat pada kuartal II/2026 dibandingkan kuartal sebelumnya. Hal ini tercermin dari Indeks Lending Standard (ILS) yang berada pada level positif 1,03.

Pengetatan tersebut antara lain dilakukan melalui penyesuaian suku bunga kredit, plafon pembiayaan, persyaratan perjanjian kredit, jangka waktu pinjaman, serta biaya persetujuan kredit.

Namun, pada kuartal III/2026, BI memperkirakan standar penyaluran kredit akan kembali lebih longgar. Proyeksi tersebut tercermin dari ILS yang diperkirakan berada di level negatif 2,25, sejalan dengan optimisme perbankan terhadap prospek permintaan kredit. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag