BNI Sekuritas Cetak Pendidik Melek Finansial Lewat Edukasi Investasi Berkelanjutan

PT BNI Sekuritas menggelar program edukasi dan literasi keuangan bagi 60 kepala sekolah dan guru. (Istimewa).

Literasi keuangan menjadi bekal penting bagi para pendidik untuk membangun generasi yang lebih melek finansial. Atas dasar itu, PT BNI Sekuritas menggelar program edukasi dan literasi keuangan bagi 60 kepala sekolah dan guru di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.

Program ini merupakan bagian dari komitmen BNI Sekuritas memperluas literasi keuangan melalui kolaborasi dengan Yayasan Emmanuel dalam Technology Integration in Education Programme (TIEP), yang membekali pendidik dengan kompetensi digital dan pemahaman pengelolaan keuangan.

Direktur Operasional sekaligus Pembina CSR BNI Sekuritas, Yoga Mulya, menegaskan evaluasi TIEP menunjukkan peningkatan kompetensi peserta di bidang AI, literasi digital, numerasi, computational thinking, dan coding.

Melanjutkan kolaborasi dengan Yayasan Emmanuel, BNI Sekuritas kini memperluas program melalui edukasi literasi keuangan guna memperkuat kesejahteraan finansial para pendidik.

Diakui Yoga program tersebut membekali tenaga pendidik dengan pemahaman pengelolaan keuangan dan investasi di pasar modal, yang didukung kemudahan akses melalui aplikasi BIONS by BNI Sekuritas.

“Perseroan ingin bertumbuh bersama masyarakat dengan mendorong peningkatan literasi keuangan dan partisipasi investor di pasar modal melalui edukasi yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Yoga dalam keterangan pers (20/7/2026).

Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Urip Tarsam menambahkan transformasi pendidikan memerlukan sinergi berbagai pihak. Keberhasilan tidak hanya diukur dari kemajuan satu sekolah, melainkan dari kolaborasi yang mampu menciptakan dampak bersama bagi guru dan siswa.

Program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Hidup (TJSL) BNI Sekuritas untuk memperkuat literasi keuangan. Langkah tersebut sejalan dengan hasil SNLIK OJK 2025 yang menunjukkan indeks literasi keuangan sebesar 66,46%, masih di bawah indeks inklusi keuangan yang mencapai 80,51%.

Materi edukasi mencakup pengelolaan keuangan, perencanaan finansial, investasi, dan pemanfaatan layanan keuangan digital. Peserta juga mengikuti investment gamesberbasis data historis pasar guna memahami dinamika pasar dan pentingnya investasi jangka panjang.

Ke depan, BNI Sekuritas akan terus memperluas jangkauan edukasi keuangan yang inklusif seiring pesatnya perkembangan layanan keuangan digital.

Melalui penguatan literasi finansial, perseroan berharap semakin banyak pendidik mampu membangun ketahanan keuangan sekaligus menjadi agen penyebar budaya investasi yang sehat di masyarakat.

Komitmen tersebut dijalankan secara berkelanjutan melalui program TJSL yang bertumpu pada tiga pilar utama, yakni literasi dan inklusi keuangan, keberlanjutan lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag