Laba Bersih Arwana Ceramics (ARNA) Naik 8,09%, Penjualan Tembus Rp1,53 Triliun pada Semester I/2026

Laba Bersih Arwana Ceramics (ARNA) Naik 8,09%, Penjualan Tembus Rp1,53 Triliun pada Semester I/2026
Ilustrasi PLTS atap yang dibangun oleh Xurya di kawasan pabrik PT Arwana Citramulia Tbk atau Arwana Ceramics (ARNA). Foto oleh Xurya Daya Indonesia

PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) membukukan penjualan bersih sebesar Rp1,53 triliun pada semester I/2026, naik 7,5% dibandingkan Rp1,42 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), pertumbuhan tersebut ditopang oleh kenaikan penjualan kepada pihak ketiga menjadi Rp316,93 miliar dari Rp213,35 miliar pada semester I/2025. Sementara itu, penjualan kepada pihak berelasi relatif stabil di level Rp1,218 triliun, dibandingkan Rp1,216 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Perseroan juga berhasil menekan potongan dan retur penjualan menjadi Rp4,92 miliar dari Rp6,10 miliar.

Manajemen mengungkapkan, penjualan kepada PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) mencapai Rp1,01 triliun atau setara 66,14% dari total penjualan bersih konsolidasian pada semester I/2026. Pada periode yang sama tahun lalu, kontribusinya sebesar Rp977,29 miliar atau 68,65% dari total penjualan bersih. Selain CSAP, transaksi dengan pihak berelasi juga dilakukan dengan PT Caturadiluhur Sentosa, PT Catur Hasil Sentosa, dan PT Catur Logamindo Sentosa.

Seiring meningkatnya penjualan, beban pokok penjualan naik 6,7% menjadi Rp1,05 triliun dari Rp985,92 miliar. Namun, laba kotor tetap tumbuh 9,29% menjadi Rp478,23 miliar dari Rp437,57 miliar.

Di sisi lain, beban penjualan meningkat menjadi Rp135,3 miliar dari Rp128,03 miliar, sedangkan beban umum dan administrasi naik menjadi Rp46,05 miliar dari Rp44,68 miliar.

Perseroan juga mencatat rugi selisih kurs bersih sebesar Rp12,79 miliar, meningkat tajam dibandingkan Rp3,73 miliar pada semester I/2025. Di sisi lain, pendapatan lain-lain naik menjadi Rp4,02 miliar dari Rp2,03 miliar, meski laba penjualan aset tetap turun menjadi Rp232,8 juta dari Rp696,7 juta.

Setelah memperhitungkan pajak, laba tahun berjalan mencapai Rp223,93 miliar atau meningkat 8,36% dibandingkan Rp206,65 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 8,09% menjadi Rp220,68 miliar dari Rp204,16 miliar. Sejalan dengan itu, laba per saham dasar meningkat menjadi Rp32,07 dari Rp28,94.

Dari sisi neraca, total aset perseroan tercatat sebesar Rp2,78 triliun per 30 Juni 2026, turun 3,59% dibandingkan Rp2,88 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, total liabilitas naik tipis 1,34% menjadi Rp961,95 miliar dari Rp949,18 miliar. Adapun total ekuitas turun 6,01% menjadi Rp1,81 triliun dari Rp1,93 triliun pada 30 Juni 2025. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag