BSI Dukung IBMA Percepat Hilirisasi Emas dan Penguatan Industri Bullion
Industri bullion nasional mulai memperkuat fondasi kelembagaannya melalui pembentukan Indonesia Bullion Market Association (IBMA). Asosiasi yang menghimpun pelaku industri bullion tersebut langsung menggelar rapat pleno perdana untuk membahas percepatan pengembangan ekosistem pasar bullion nasional yang lebih terintegrasi, transparan, dan berdaya saing global.
IBMA dibentuk sebagai wadah kolaborasi pelaku industri bullion Indonesia untuk mendorong pengembangan pasar bullion yang kredibel, efisien, dan berkelanjutan melalui standardisasi, edukasi, serta penguatan ekosistem industri. Asosiasi ini diharapkan menjadi mitra strategis dalam pengembangan kebijakan, peningkatan standar industri, dan penguatan daya saing pasar bullion Indonesia di tingkat regional maupun global.
Pembentukan IBMA juga diharapkan mendukung percepatan hilirisasi emas, memperluas ragam produk berbasis emas, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat perdagangan bullion di Asia Tenggara.
Dalam rapat pleno tersebut, para anggota IBMA membahas arah pengembangan industri bullion, termasuk peran bullion bank. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), salah satu pendiri IBMA, menyatakan komitmennya mendukung penguatan industri bullion nasional.
BSI telah mengembangkan layanan perdagangan emas, titipan emas, dan simpanan emas sebagai bagian dari bisnis bullion perseroan. Hingga Mei 2026, BSI mengelola lebih dari 23 ton emas.
Direktur Sales and Distribution BSI sekaligus Sekretaris Jenderal IBMA, Anton Sukarna, mengatakan BSI terus berupaya memperluas akses masyarakat terhadap investasi emas.
"Kami terus mengedukasi masyarakat bahwa emas adalah salah satu investasi syariah yang aman dan memiliki nilai intrinsik value jangka panjang. Terlebih di tengah kondisi ekonomi dinamis, kami sudah menyiapkan beberapa langkah strategis agar emas bisa tetap bisa dijangkau seluruh kalangan," ujarnya.
Menurut Anton, masyarakat kini dapat membeli emas digital mulai sekitar Rp50 ribuan melalui aplikasi BYOND by BSI. Perseroan juga tengah menyiapkan fitur tabungan emas rutin sebagai bagian dari pengembangan layanan bullion bank.
Sementara itu, Ketua Umum IBMA yang juga Direktur Pemasaran, Penjualan & Pengembangan Produk PT Pegadaian (Persero), Selfie Dewiyanti, mengatakan pembentukan IBMA merupakan bagian dari upaya memperkuat peran emas dalam sistem keuangan nasional.
"Kehadiran IBMA membawa misi transformasi besar bagi perekonomian nasional. Kami ingin mengubah paradigma masyarakat dan industri terhadap emas, dari yang tadinya hanya untuk melindungi nilai aset, menjadi aset keuangan yang produktif, likuid, dan aktif," tuturnya.
IBMA saat ini beranggotakan PT Bank Syariah Indonesia Tbk, PT Pegadaian (Persero), PT Amman Mineral Internasional Tbk, PT Untung Bersama Sejahtera, PT Laku Emas Indonesia, PT Indonesia Commodity & Derivatives Exchange, PT Brinks Solutions Indonesia, PT Central Mega Kencana, PT Hartadinata Abadi Tbk, PT Pegadaian Galeri Dua Empat (Galeri 24), dan PT Sentral Kreasi Kencana. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.