Indonesia Tunjuk Konsorsium Bank China untuk Penerbitan Panda Bonds, Bidik Dana US$1 Miliar
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah melalui Kementerian Keuangan akan menerbitkan surat utang berdenominasi yuan (Renminbi) di pasar China melalui instrumen Panda Bonds pada 23 Juli 2026.
Panda Bonds tersebut memperoleh peringkat AAA/Stable dari lembaga pemeringkat China, Lianhe Credit Rating. Pemerintah menargetkan penghimpunan dana sekitar US$1 miliar atau setara CNY7 miliar.
"Karena ini pasar baru, kita jajaki dulu, walaupun mungkin offering-nya, bid-nya besar sekali, tapi kita batasi dulu US$1 miliar. Nanti kalau perlu beberapa bulan kemudian kita terbitkan lagi dalam jumlah besar," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta di Aula Mezzanine Djuanda, Selasa (21/7/2026).
Purbaya menjelaskan, Bank of China (BOC) bertindak sebagai lead underwriter sekaligus lead bookrunner. Adapun Industrial and Commercial Bank of China (ICBC), CITIC, China International Capital Corporation (CICC), dan DBS menjadi joint lead underwriter serta joint bookrunner. Sementara itu, Agricultural Bank of China (ABC), China Construction Bank (CCB), dan China Eximbank (CEXIM) berperan sebagai co-manager.
Sebelumnya, Kementerian Keuangan RI telah menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang Chinese Renminbi (RMB) bernama Dim Sum Bonds dengan format SEC Shelf Registered sebesar CNH9,25 miliar. Surat utang tersebut memiliki tenor 8 tahun, 12 tahun, dan 20 tahun. Serta memiliki jatuh tempo pada 4 Maret 2034, 4 Maret 2038, dan 4 Maret 2046.
Tanggal pricing Dim Sum Bonds tersebut pada 25 Februari 2026, dengan tanggal penerbitan pada 4 Maret 2026. Total orderbook-nya saat itu melebihi CNH17,04 miliar. Sementara dari sisi imbal hasil (yield) dengan tenor 3 tahun mencapai 2,45%, 5 tahun sebesar 2,65%, dan 10 tahun sebesar 3,05%.
Di pasar modal Indonesia, sejumlah bank asal China juga telah memiliki eksposur melalui Bursa Efek Indonesia (BEI). Salah satunya PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk (MCOR), yang melantai di bursa pada 3 Juli 2007.
Pada penutupan perdagangan Selasa (21/7/2026), saham MCOR ditutup tidak berubah di level Rp68 per saham. Kapitalisasi pasarnya tercatat sekitar Rp2,55 triliun. Sepanjang perdagangan, volume transaksi mencapai 2,59 juta saham dengan nilai transaksi Rp176,8 juta dan frekuensi 176 kali. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.