Eddy Soeparno: Elektrifikasi hingga PLTN Jadi Tiga Tahap Transisi Energi Indonesia
Pemerintah memetakan tiga program prioritas jangka pendek, menengah, dan panjang untuk mempercepat transisi energi di Indonesia. Prioritas tersebut mencakup percepatan elektrifikasi, pengembangan bioenergi, hingga pemanfaatan energi nuklir.
Wakil Ketua MPR sekaligus Anggota Komisi XII DPR RI, Eddy Soeparno menjelaskan, pada jangka pendek pemerintah memfokuskan upaya pada percepatan elektrifikasi, terutama di sektor transportasi.
"Saat ini sekitar satu dari lima kendaraan baru yang terjual di Indonesia sudah merupakan kendaraan listrik. Dengan dukungan insentif yang tepat, penjualan kendaraan listrik diperkirakan akan terus meningkat," ujarnya di Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Menurut Eddy, elektrifikasi juga perlu diperluas melalui pengembangan transportasi umum berbasis listrik agar semakin mudah diakses masyarakat. Sementara di sektor industri, pemanfaatan panel surya dinilai semakin menarik karena harga teknologinya telah turun sekitar 80% dibandingkan satu dekade lalu.
Di sektor rumah tangga, penggunaan kompor induksi dipandang sebagai salah satu solusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG. Dalam pembahasan anggaran 2027, pemerintah juga menyiapkan program pemberian kompor induksi secara gratis kepada masyarakat, termasuk penyediaan peralatan memasak dan pemasangan listriknya.
Untuk jangka menengah, kata Eddy, pemerintah akan memprioritaskan pengembangan bioenergi. Setelah menerapkan biodiesel B50, pemerintah berencana meningkatkan penggunaan bioetanol sebagai campuran bahan bakar minyak dari E5 menjadi E10.
Eddy menilai kekhawatiran bahwa pengembangan bioetanol akan memicu pembukaan hutan baru tidak beralasan. Berdasarkan data Kementerian Kehutanan, Indonesia memiliki sekitar 12,5 juta hektare lahan yang belum dimanfaatkan, sedangkan kebutuhan lahan untuk mendukung program E10 diperkirakan hanya sekitar 200 ribu hektare.
Dengan kondisi tersebut, pengembangan tanaman bahan baku bioenergi, seperti tebu, jagung, dan singkong, dinilai dapat dilakukan tanpa membuka kawasan hutan baru.
Untuk jangka panjang, Eddy mengatakan pemanfaatan energi nuklir merupakan kebutuhan yang sulit dihindari. Rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) juga telah masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).
"Di berbagai negara, penggunaan energi nuklir kembali meningkat seiring berkembangnya teknologi kecerdasan buatan (AI) yang mendorong pertumbuhan pusat data (data center) dengan kebutuhan listrik yang besar, bersih, dan andal," tutup Eddy. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.