Himbara Bukukan Laba Rp39,92 Triliun pada Kuartal I/2026
Bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) membukukan laba bersih sekitar Rp39,92 triliun pada kuartal I/2026. Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK). Di luar Himbara, lembaga keuangan ultra mikro (UMi) seperti PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) juga mencatatkan perkembangan bisnis sepanjang periode tersebut.
Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp15,4 triliun dengan pertumbuhan kredit 17,4% secara tahunan. BRI mencatat laba bersih Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7% secara tahunan (year on year/yoy), didukung penyaluran kredit sebesar Rp1.562 triliun dan DPK Rp1.555 triliun. Sebelumnya, pada 2025, BRI membukukan laba konsolidasian Rp57,13 triliun dan membagikan dividen tunai Rp52,1 triliun.
BNI membukukan laba bersih Rp5,66 triliun dengan pertumbuhan kredit 20,1% menjadi Rp919,3 triliun. Hingga akhir Mei 2026, total aset BNI mencapai Rp1.365,36 triliun, DPK Rp1.063,92 triliun, dan ekuitas Rp160,99 triliun. Perseroan juga mencatat jumlah pengguna platform Wondr by BNI melampaui 12 juta nasabah, sementara transaksi BNIdirect tumbuh lebih dari 25% secara tahunan.
Bank Syariah Indonesia (BSI) membukukan laba bersih Rp2,2 triliun atau meningkat 17,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Perseroan menyebut pertumbuhan tersebut ditopang peningkatan dana murah, bisnis emas, dan layanan digital.
Sementara itu, BTN mencatat laba bersih Rp1,16 triliun atau tumbuh 55,84% dibandingkan kuartal I/2025, seiring peningkatan fungsi intermediasi di sektor perumahan.
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengapresiasi kinerja Himbara, PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) pada kuartal I/2026. Menurutnya, pertumbuhan laba, penyaluran kredit, penghimpunan dana masyarakat, serta perluasan layanan pemberdayaan menunjukkan perkembangan positif BUMN sektor jasa keuangan.
Misbakhun menilai sinergi antarentitas Himbara dan UMi dalam ekosistem Danantara diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan aset negara sekaligus memperkuat pelaksanaan mandat pembangunan oleh BUMN.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan kapitalisasi pasar Himbara mencapai sekitar Rp1.100 triliun atau sekitar 10% dari total kapitalisasi pasar modal Indonesia.
Menurut Rosan, Himbara tidak hanya berperan sebagai entitas bisnis, tetapi juga memiliki fungsi dalam memperluas akses pembiayaan bagi berbagai segmen usaha.
"Perbankan tidak semata-mata mengejar laba, tetapi juga harus dirasakan kehadirannya oleh masyarakat, mulai dari UMKM, komersial, hingga korporasi," jelas Rosan dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Di kelompok ultra mikro, Pegadaian membukukan laba bersih Rp4,38 triliun pada kuartal I/2026, meningkat 87,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,34 triliun. Total aset Pegadaian juga meningkat 56% menjadi Rp183,8 triliun dari Rp117,8 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, PNM mencatat telah melayani 23,1 juta nasabah di seluruh Indonesia.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, mengatakan perbankan BUMN memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi melalui pembiayaan sektor-sektor produktif.
"Perbankan BUMN memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Dukungan pembiayaan harus terus diarahkan kepada sektor-sektor produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," ujarnya.
Misbakhun menambahkan, capaian BUMN sektor jasa keuangan pada kuartal I/2026 diharapkan menjadi modal untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap transformasi BUMN.
"Kinerja ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan BUMN. Tujuan akhirnya bukan hanya mencetak keuntungan, tetapi memastikan bahwa setiap rupiah yang dikelola BUMN mampu memberikan manfaat ekonomi yang sebesar-besarnya bagi masyarakat dan negara," tuturnya. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.