BSI Perkuat ESG sebagai Fundamental Strategis Pendorong Pertumbuhan Berkelanjutan

Wakil Direktur Utama BSI Bob T. Ananta dalam ajang IDX Channel ESG Conference 2026 bertajuk Beyond Compliance: Leveraging ESG to Create Long-Term Corporate Value. (Foto : Istimewa)
Wakil Direktur Utama BSI Bob T. Ananta dalam ajang IDX Channel ESG Conference 2026 bertajuk Beyond Compliance: Leveraging ESG to Create Long-Term Corporate Value. (Foto : Istimewa)

Kinerja solid PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) ditopang atas fundamental dan rasio keuangan yang solid diikuti dengan komitmen Perseroan dalam mengimplementasikan ESG (environment,social dan governance) di berbagai sektor keberlanjutan. Langkah ini terbukti efektif dilihat dari berbagai indikator. Diantaranya jumlah nasabah menembus 24 juta dalam kurun waktu lima tahun.

Wakil Direktur Utama BSI, Bob T. Ananta, mengatakan implementasi ESG bukan lagi sekadar pemenuhan regulasi(compliance), tetapi telah menjadi salah satu fundamental strategis yang mendorong pertumbuhan bisnis dan penciptaan nilai perusahaan secara berkelanjutan. "Saat ini Perseroan memiliki visi, misi dan komitmen keberlanjutan yang dijalankan dengan tiga peran ESG yakni sebagai Regulatory Compliance, Commercial Benefit, dan Value Creation," ujarnya dalam ajang IDX Channel ESG Conference 2026 bertajuk Beyond Compliance: Leveraging ESG to Create Long-Term Corporate Value.

Bob menambahkan saat ini ESG telah bergeser dari sekadar kepatuhan regulasi menjadi strategi pertumbuhan (growth driver), melainkan berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan pembiayaan berkelanjutan, inovasi produk (Sustainability Sukuk, Green Financing), transformasi operasional, dan penguatan islamic ecosystem.

"Selain itu, Integrasi ESG yang berpijak pada maqashid syariah/nilai-nilai syariah menjadi salah satu keunikan di Bank Syariah Indonesia dibandingkan bank lain, karena mampu menggabungkan nilai bisnis, sosial, spiritual, dan lingkungan dalam satu strategi pertumbuhan perusahaan", jelasnya.

Strategi tersebut tercermin pada penguatan tata kelola keberlanjutan yang dibangun melalui kerangka ESG berbasis maqashid syariah dengan tiga pilar utama, yaitu Sustainable Banking, Sustainable Operation, dan Sustainable Beyond Banking, yang diawasi secara menyeluruh oleh Manajemen.

Dia juga menyebutkan, implementasi ESG juga memberikan kontribusi terhadap kinerja bisnis BSI. Hingga Mei 2026, Pembiayaan mencapai Rp335 triliun tumbuh 14,60% year on year yang didominasi segmen konsumer dan ritel. Capaian pembiayaan yang melesat juga diiringi dengan konsistensi Perseroan dalam mengembangkan pembiayaan berkelanjutan. Hal ini menjadi bentuk keseriusan BSI dalam menyalurkan pembiayaan yang sehat, sustain dan ramah lingkungan. Portofolio pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp77.06 triliun menyumbang sekitar 23% dari pembiayaan secara keseluruhan.

Dari sisi operasional, BSI terus memperkuat implementasi ESG melalui pembangunan gedung ramah lingkungan, pemanfaatan panel surya di jaringan kantor, penggunaan kendaraan listrik operasional, pemasangan reverse vending machine, serta pengembangan platform Digital Carbon Tracking sebagai bentuk transparansi pengelolaan emisi karbon.

Sementara pada aspek sosial, BSI mengoptimalkan instrumen keuangan syariah melalui penyaluran dana ZISWAF sebesar Rp320,8 miliar hingga Maret 2026 yang difokuskan pada lima pilar, yakni ekonomi, pendidikan, kemanusiaan, kesehatan, serta dakwah dan advokasi. BSI juga memperkuat inovasi ESG melalui peluncuran Green Zakat Framework yang menghubungkan pemberdayaan sosial dengan pelestarian lingkungan, termasuk implementasi program BSI Waste Management berbasis ekonomi sirkular.

Konsistensi Perusahaan memperkuat ESG mengantarkan Bank Syariah Indonesia mendapatkan pengakuan internasional diantaranya BSI meraih penghargaan The World's Best Islamic Bank for ESG, Asia's Best Islamic Bank for ESG, dan Indonesia's Best Islamic Bank for ESG tahun 2025 dari Euromoney Islamic Finance Awards 2025, sekaligus terus memperkuat penerapan standar global melalui keanggotaan UNEP FI dan implementasi prinsip Responsible Banking.

Ke depan, BSI meyakini implementasi ESG akan terus menjadi penggerak utama dalam memperkuat pertumbuhan bisnis, meningkatkan daya saing global, memperluas inklusi keuangan syariah, sekaligus menciptakan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan bagi Indonesia. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag