Management

IFC Dampingi 2 Perusahaan Indonesia dalam Pengelolaan Hutan

 IFC Dampingi 2 Perusahaan Indonesia dalam Pengelolaan Hutan

IFC, anggota Kelompok Bank Dunia, memberikan pendampingan teknis kepada dua perusahaan, yakni PT Mayangkara Tanaman Industri dan PT Wana Subur Lestari dalam mengelola hutan tanaman.

Tujuan pendampingan tersebut agar dua perusahaan tersebut mampu meningkatkan produktivitas lahan, mengurangi emisi gas karbon sebanyak 8 juta ton per tahun di tahun 2018, serta menciptakan lapangan pekerjaan di wilayah pedesaan.

IFC akan membantu mengevaluasi penyerapan karbon dari kedua hutan tanaman di Kalimantan Barat dan mendorong kedua hutan tanaman dalam mengadopsi praktek-praktek pengelolaan hutan yang berkelanjutan, terutama yang terkait dengan konservasi keanekaragaman hayati. Kedua perusahaan ini dimiliki oleh Sumitomo Forestry Co., Ltd. dari Jepang dan Alas Kusuma Group dari Indonesia.

“Kami memahami pentingnya menerapkan prinsip-prinsip kelestarian lingkungan dalam strategi bisnis kami. Kemitraan dengan IFC mendukung kami dalam menyeimbangkan keuntungan ekonomi dengan tata kelola kehutanan yang berkelanjutan, dan memberikan kontribusi pada pengembangan masyarakat lokal,“ ujar Jacub Husin, Presiden Direktur PT Mayangkara Tanaman Industri dan PT Wana Subur Lestari.

Kawasan hutan alam di Indonesia telah mengalami penurunan yang cukup siginifikan yang berkontribusi negatif terhadap perubahan iklim dan upaya-upaya pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

Indonesia merupakan salah satu penghasil emisi rumah kaca (GRK) terbesar di dunia dengan hampir 85% dari emisi tersebut berasal dari kerusakan hutan dan perubahan penggunaan lahan.

Di samping itu, Indonesia memiliki sekitar 50 juta hektar lahan yang terdegradasi dengan tingkat keanekaragaman hayati dan cadangan karbon yang rendah. Cadangan karbon ini merujuk pada jumlah kandungan karbon di suatu areal hutan pada jangka waktu tertentu berdasarkan kemampuan untuk menyerap dan menyimpan karbon dioksida.

IFC Advisory Services di Indonesia didukung oleh pemerintah Australia, Kanada, Finlandia, Belanda, Selandia Baru dan Swiss. “Mengurangi dampak perubahan iklim merupakan salah satu wilayah fokus IFC di Indonesia,“ ujar Sarvesh Suri , IFC Indonesia Country Manager. (EVA)


Copyright @2023. SWA Online Magazine

All Right Reserved