Aryo Ariotedjo

Aryo Ariotedjo

Setelah lebih dari tiga tahun berkarier di berbagai perusahaan — antara lain di BCA dan Medco Power — Aryo Ariotedjo bertekad membangun bisnis sendiri. Debutnya adalah membangun bisnis payment system dengan nama Blinc pada 2011. Bersama dua rekannya, lelaki kelahiran 1988 ini kemudian mengambil alih Gravira.com, perusahaan yang bergerak di bisnis e-commerce. Di bawah kendalinya, perusahaan yang hampir gulung tikar ini menjadi perusahaan yang kompetitif berkat program rebranding. Gravira menghimpun 10.000 pengguna hingga saat ini.

Aryo Ariotedjo

~~

Tahun berikutnya, ia mendirikan PT Grupara Adva Informatech yang fokus di bidang teknologi seperti consumer Internet dan peranti keras. “Saya berharap Indonesia punya brand internasional. Ya gak usah seperti Apple, punya brand atau perusahaan seperti Lenovo sudah sebuah pembuktian yang luar biasa. Itu mimpi saya,” Aryo menegaskan.

Langkahnya makin ekspansif lewat Freeware, perusahaan inkubasi khusus start-up. Untuk membesarkan bisnis ini, ia menggandeng Grup Medco sebagai mitra kerja. “Freeware adalah pionir perusahaan inkubasi yang bebas biaya. Start-up bisa menimba ilmu sebanyak-banyaknya soal pengembangan produk, strategi pemasaran, manajemen dan jaringan tanpa dikenakan biaya,” ujar ayahanda Arganta Bima Ariotedjo ini mengklaim.

Saat ini Freeware membantu enam start-up yang bergerak di bisnis layanan pelanggan, pemasaran digital, kecantikan, payment system dan e-commerce. Tahun ini ia berencana mengakuisisi sebuah perusahaan besar. Sayang, ia masih enggan menyebutkan nama perusahaan itu. “Pengalaman di berbagai posisi dan industri menjadi bekal saya hingga saat ini,” ujar lulusan Prasetiya Mulya yang sempat bercita-cita menjadi anggota Kopassus ini.(*)

Ario Fajar

# Tag